Lato-lato ,Permainan Yang Paling Menjengkelkan Buatku di Tahun 2023



Lato-lato ,Permainan Yang Paling Menjengkelkan Buatku di Tahun 2023


 Beberapa hari lalu aku posting distatus fesbukku bahwa lato2 adalah suara terburuk yang menjengkelkan buat kupingku di awal tahun 2023.




PERMAINAN LATO-LATO

Permainan anak lato-lato (YouTube Mikael TubeHD)
Lha gimana tidak?

Dari awal "kebangkitannya" lagi setelah sempat menghilang dan "terkubur" keberadaannya bertahun-tahun, ujug-ujug dia bangkit dari "liang lahat" beserta massalnya berita-berita viral yang beredar di sosial media maupun televisi.

Awal mulanya aku tau lato-lato muncul lagi, saat nonton tayangan "Pagi-Pagi Ambyar" di transTV yang menghadirkan bocah balita piawai memainkan lato-lato.

Buat yang belum paham lato-lato, kujelasin secuil ya, jadi Lato-lato merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang bisa ditemukan di indonesia. Lato-lato ini sangat ikonik sejak jaman 1990an waktu aku SD kira2 (kebayang tuirnya akyuh😑) terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan.

Asal kata lato-lato merupakan sebutan permainan tradisional yang berasal dari bahasa Bugis. Di daerah Makassar sendiri disebut dengan katto-katto dan, sementara di Pulau Jawa disebut dengan etek-tek karena memang bunyinya seperti itu terdengar digendang telingaku.

Meskipun banyak ditemukan di Indonesia sejak zaman dahulu. Namun, ternyata permainan ini muncul pertama kali pada 1960-an lalu mulai populer tahun 1970-an di Amerika. Di Amerika sendiri lato-lato disebut dengan nama clakers atau knockers.

Konon kabarnya permainan ini sempat dilarang di Amerika karena memakan korban jiwa...woww. (jujur jiwaku juga termakan sedikit demi sedikit akibat dari bunyi lato-lato yang terngiang-ngiang dan ngendon diotak).

Dulu sih,material lato-lato terbuat dari kaca.
Mungkin inilah yang menyebabkan lato-lato sempat dilarang karena memakan korban jiwa saat serpihan kaca terpelanting ketika lato-lato itu pecah akibat dibentur-benturkan.

Seiring perkembangan jaman, material lato-lato sudah dimodifikasi menjadi lebih aman, yaitu terbuat dari kayu atau plastik.Apalagi dengan harga yang terjangkau, dari 10.000 -20.000 rupiah saja, sudah cukup menginvasi ketentraman jiwa dengan suaranya yang gentayangan dimana-mana.

Aku sih bersyukur ,sudah tidak punya bayi atau anak yang masih kecil yang merengek minta lato-lato.
Andai lato-lato dibuat dari 2 buah kelapa yang beradu, mungkin suaranya lebih menenangkan daripada yang sekarang beredar. BERIXIXXX TAU!

CARA MEMAINKAN LATO-LATO


Cara bermain lato-lato tidaklah sulit, bahkan semua kalangan dapat memainkan jenis permainan ini. Adapun hal yang perlu diperhatikan saat memainkannya, yaitu dengan menggoyangkan dan menyeimbangkan dua bola lato-lato agar saling berbenturan.

Namun, saat melihat orang lain melakukan permainan ini terlihat mudah. Sebenarnya permainan lato-lato cukup sulit dimainkan. Berikut ini cara mudah bermain lato-lato yang bisa dilakukan:

• Pastikan kedua bola lato-lato tepat dengan posisi sama dan juga seimbang

• Jepit bagian tengah tali lato-lato di antara jari tangan

• Jika sudah, maka kamu hanya perlu menggoyangkan tangan terus hingga lato-lato saling beradu dan menimbulkan bunyi seperti "Tek-tek-tek"

Kunci yang paling penting dalam memainkan lato-lato ini yaitu tetap dengan menjaga keseimbangan bola dan juga fokus pada permainan ini.

Jujur, tadinya aku ogah membagikan cara memainkan lato-lato, supaya pada ga bisa dan ga beli...xixi...

Ya, cuma berharap ,permainan ini segera nyungsep lagi dari peredaran.Karena dari hasil survei ke teman-temanku yang seumuran, kebanyakan juga pada sebel dengan suaranya yang "iritating" itu.



Bahkan ada berita (yang entah hoax atau nyata) bahwa ada anak SD yang bola matanya terkena biji lato-lato sehingga pecah dan harus merelakan terkena kebutaan.
Atau malah terlilit dileher akibat mungkin terlalu bersemangat muter-muterin tali lato-lato.
Aaahhh...bener-bener ga worthed banget!
Jangan salahh! Aku juga expert loh main lato-lato, semudah ini gaezzzz!



Berdasarkan opiniku setelah kutelaah siang dan malam sambil nyumpelin telinga, ternyata aku kok tidak menemukan edukasi apa yang hendak dicapai permainan inj selain cuma bikin telinga ngga nyaman .(eitss ..jangan protes ya...kupingku sensitif bunyi-bunyian monoton).
Btw, kalau kamu sependapat ngga?
Atau tersiksa kaya aku? Coba komen dibawah gezz...

No comments

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...