SELF LOVE DIBUTUHKAN UNTUKKU YANG TERKENA SPASMOFILIA AKIBAT TERLALU PERFEKSIONIS

SELF LOVE DIBUTUHKAN UNTUKKU YANG TERKENA SPASMOFILIA AKIBAT TERLALU PERFEKSIONIS


Seringkali hati ini mencelos ketika membaca berita seorang ibu menganiaya anak kandungnya sendiri.Atau berteriak ketika memperingatkan sesuatu , alih-alih anaknya takut dan kemudian patuh, malah berbalik memiliki dendam kesumat dan berjiwa memberontak ketika beranjak dewasa.
Hal ini seperti "penyakit" yang diturunkan terus menerus jika tidak ada keinginan atau sesuatu yang menghentikannya.Menurut pendapatku , kok ada banyak sekali hal yang belum selesai didiri si ibu itu, sehingga memiliki perangai yang kasar dan temperamental.
Bisa jadi karena masa kecilnya penuh tekanan batin, atau korban penganiayaan juga oleh orangtuanya, atau pasangannya, atau orang asing, perlu dikorek lebih jauh.

Salah satunya adalah kurangnya SELF LOVE .Bagaimana mau mencintai orang lain jika dia tidak mencintai dirinya sendiri?

Lantas, apa sih definisi dari Self Love itu?

Self love bisa didefinisikan sebagai "cinta pada diri sendiri" atau "menghargai kebahagiaan atau keuntungan diri sendiri" .Seperti kita tahu bahwa mencintai dan dicintai adalah salah satu   kebutuhan dasar manusia ,yang kalau terlalu  berlebihan justru akan menimbulkan kesombongan dan keegoisan,karena lebih mengunggulkan  daya tarik atau narsisme diri sendiri.

Kurang diperhatikan, tidak dipedulikan oleh lingkungan juga bisa menyebabkan menurunnya rasa cinta kepada diri sendiri karena merasa tidak dibutuhkan, tidak dipandang kehadirannya dan tidak dihargai sebagai manusia. Seperti contoh ibu yang menganiaya anaknya tadi, bisa jadi dia merasa diabaikan oleh orang-orang yang dia butuhkan.
Benar-benar dibutuhkan support system alias faktor pendorong dari orang-orang disekitarnya untuk "menambal" lubang yang sudah terlanjur menganga dihatinya.
Bisa kubayangkan , pasti orang-orang yang kurang mencintai diri sendiri ,hari-harinya begitu berat, stres, dan memicu penyakit yang tanpa disadari menggerogoti kesehatannya.

Tetapi, seperti yang dibuktikan oleh banyak studi psikologi, cinta-diri dan kasih sayang adalah kunci untuk kesehatan mental dan kesejahteraan, menjaga supaya depresi dan kegelisahan tidak semakin menindas kehidupan.

Eits! Jangan salah!
Hal-hal yang memicu kurang adanya Self-Love tidak hanya disebabkan karena terabaikan oleh lingkungan saja loh! Ternyata , kurangnya waktu untuk bersenang-senang, melepas kepenatan, mengurai ketegangan pekerjaan rumah tangga maupun tugas kantor juga bisa memicu defisit Self-Love.

Bagaimanapun, perawatan diri dan kasih sayang mungkin sebenarnya paling dibutuhkan oleh kita yang bekerja terlalu keras dan yang terus-menerus berusaha untuk melampaui diri kita sendiri dan memahami bayangan kesempurnaan dengan idealisme yang terlalu presisi.

Ini terjadi pula padaku beberapa tahun lalu.
Aku pernah mengidap Spasmofilia dan Fibromyalgia menurut diagnosis dokter.
Ini sepertinya terpicu akan karakterku yang perfeksionis , serba harus sempurna disegala sesuatu.
Rumah harus bersih, anak harus bisa mengerjakan PR sendiri, nilai harus bagus, minimal 90, harus tidak ada yang berisik ketika tidur , harus harus harus dalam banyak hal.

Aku tidak tahu apakah ini berhubungan atau tidak, namun tabiat seperti ini ternyata membuatku stres dan kejang otot.
Atau bisa jadi inilah bibit dari munculnya autoimun yang kuderita sekarang.

Baca juga: KESEHATAN MENTALKU SEBAGAI PENDERITA AUTOIMUN

SPASMOFILIA MENGGEROGOTI TUBUHKU

Ketika mencoba merunut kebelakang, aku merasa sebagian besar waktuku terlalu keras pada diri sendiri,  karena  didorong oleh keinginan untuk unggul dan melakukan segalanya dengan benar, setiap saat. Di pikiran selalu terngiang-ngiang mengkritik-diri sendiri, dan suara batin yang kejam yang terus-menerus memberi tahu untuk bisa melakukan hal-hal yang lebih baik .Inilah  ciri perfeksionisme. Penelitian telah menunjukkan bahwa perfeksionis berisiko lebih tinggi terhadap beberapa penyakit, baik fisik maupun mental, dan bahwa belas kasihan diri , mencintai diri sendiri mungkin membebaskan kita dari cengkeramannya. Oleh karena itu, perfeksionisme dan welas asih sejatinya saling terkait erat.

Sekitar beberapa tahun yang lalu ,aku  menjalani fisioterapi disebuah RS swasta ternama dan  tidak boleh missed 1 hari pun.Alhasil, tiap menjelang jam makan siang ,aku  “parkir” di ruang fisioterapi untuk terapi Autosound dan Tenz.

AWAL MULA GEJALA

Menarik lebih kebelakang lagi, sebenarnya aku sudah sering pusing-pusing sejak jaman kuliah.Pusing-pusing ini sudah mengeram diotak selama hampir 15 tahun.(Gilaaa! betah banget tuh biang!) .
Dan sejak dahulu kala aku sudah menjadi pasien Dr.spesialis syaraf (Neurolog) karena pusing yang berkepanjangan itu. 
 Pertama kali periksa syaraf (jebule aku sarno ,gezz..sarape keno :P ), sekitar 15 tahun lalu, aku masuk ke ruangan Dr.Bambang (sekarang sudah almarhum), beliau mengetes apakah aku menderita vertigo.
Caranya adalah: 
Aku disuruh berdiri dengan postur tegap, kaki rapat, jempol kaki kiri dan kanan menempel, dan mata suruh terpejam. Apa yang terjadi? 
Aku nggledag alias oleng hampir jatuh. (Jika pasien tidak menderita vertigo, pasti akan tetap pada posisi berdiri tegap). -->coba kalian praktekkan

 Dengan serangkaian tes, aku divonis vertigo akut karena keseimbanganku sudah bisa dikatakan 0.
Alhasil kalau  jalan-jalan ke Pertokoan/Mal atau apapun yang ada eskalatornya, barang bawaan harus bebas alias tangan cuma bisa berpegangan pada railing eskalator atau jika nekat, hasilnya aku pasti akan tersungkur kedepan, jika eskalatornya posisi turun. (huuufft, berasa nenek-nenek....”Uhuk..uhuk..mana cucuku?..uhuk...!”)




Dan ternyata pusing-pusing itu kambuh lagi.Sebenarnya kumat terus sih, hanya saja waktunya susah diprediksi, kadang datang dan pergi tak diundang ,diantar maupun dijemput bak jailangkung. Pertahananku untuk tetap keukeh jumekeh berdiam diri menikmati itu pusing yang teramat dasyat dan berdentam-dentam bagai dipukul palu godam (sampai seandainya leherku ada ulirnya, kepinginnya tak lepas aja bak sekrup) akhirnya bobol juga. Obat dari dokter syarafku yang dulu sudah ga mempan.Seminggu lebih aku bangun pagi selalu diiringi demam dan leher kaku, otot tegang.Insomnia akut semakin menjadi-jadi.

Akhirnya, atas bujukan dan rayuan (gombal) orang-orang tercinta (nhahhh,inilah salah satu contoh support system yang sangat efektif dan solutif), baiklaahh...aku menyerahkan diri untuk diperiksa didokter spesialis syaraf di RS. X.

 Kuceritakan riwayat kesehatanku,  bahwa suatu hari pernah jatuh terkapar dikamar mandi, dengan kepala membentur lantai alias pingsan mendadak, sampai lumpuh dan kaki diseret kalo jalan setelah insiden itu, sehingga seminggu terpaksa ga bisa kemana-mana karena susah jalan. (Masa mau ikut-ikut jejak suster ngesot, padahal gue kan biasa ngepot....haizzz!)dsb..dsb. 

 Akhirnya dokter neurologi itu mengetes dengan sebatang tongkat kecil, seperti stik golf mini sepanjang 15 cm terbuat dari besi stainless . Mulut disuruh nganga anggun (sejak kapan nganga, bisa jadi anggun hahh!!! *jewer..:P). 
 Stik tadi dia ketuk-ketukkan dipipi  kanan kiri pelan-pelan.Dan reaksinya adalah, otot-otot muka , mata , semua berkedut-kedut refleks, padahal normalnya, itu tidak akan bereaksi.
Pantesan, suatu hari aku pernah kebas, dan rasanya muka ga terasa walau ditepuk-tepuk saat kumat dulu. (Gawat!) Dokter curiga aku terkena Splasmofilia dan Fibriomyalgya....(hasyah, lidahku bundet).Kok jadi teringat Koi Mill Gayaa...#pelukShahrukkhan

Terus terang nama penyakit itu baru kudengar sekarang, sampai-sampai itu dokter kuminta menuliskan dikertas biar nanti dirumah bisa  gugling, sejenis “cowo ganteng” apakah itu...? (Plakk!!! Kumat).

 Dan secara garis besar Splasmofilia adalah: 

 1. Gejala 
 Sebenarnya Spasmofili bukan penyakit, tapi lebih tepat disebut kondisi atau sindrom, dimana syaraf (biasanya syaraf tepi) sangat peka, sehingga boros ion dan elektrolit sehingga selalu kekurangan kalsium, magnesium dan lainnya.
 (Hasil lab  mengindikasikan Natrium dalam darahku kurang, artinya kurang garam dalam darah...-Iya seeh, memang aku lebih suka makan yang manis-manis, kalo makanan asin suka bikin pusing, pantesan, aku manis banget kaya gini, over gula sih...:P *hueekss.najizzz!).

 Tampaknya memang sepele penyebabnya, tapi Spasmofili ini mirip penyakit jantung, yaitu ada "Serangan" mendadak. Seringkali jantung serasa mencengkeram, mengerut mendadak, kejang tiba-tiba, sering kram dan kesemutan,kadang organ lain, dsb.

Untuk Spasmofili, serangan spasme banyak pencetusnya, yaitu kecapean, stres, telat makan, kaget, cemas, dan perubahan emosi.
Nah, yang menyebalkan, serangan spasme ini bisa beda-beda untuk tiap orang sehingga tidak gampang terdeteksi bahwa si pasien ini menderita Spasmofili.

terkadang aku mengalami jantung seperti dicengkeram mendadak


Dari cerita banyak orang, ada yang hanya vertigo, ada yang kram di seluruh tubuh, ada yang sesak nafas, sakit perut, muntah-muntah, lumpuh sesaat seperti stroke, seperti serangan jantung, bahkan kejang-kejang seperti epilepsi.
(Sumpah, aku sih ga sampai epilepsi, mudah-mudahan ga akan pernah) .
Imbasnya,aku harus mengkonsumsi CDR Fortos, karena CDR biasa kalsiumnya kurang banyak...#tonggossekalian

kejang usus


 2. Diagnosa
 Ada 4 grade Spasmofili.
Dari 1 sampai 3 mulai dari ringan sampai paling berat.
Grade 4 menurut yang kubaca adalah bila kurang kalsium.
Nhah, aku nih didiagnosa grade 3, (dan kata dokter kearah grade 4 itu bisa stroke beneran....huwaaaa....kacauuuw dunia persilatan!), ini adalah grade yg kata dokter cukup lama pemulihannya karena gejalanya tahan lama dan berulang.
Baru sekarang ini ketemu Spasmofili setelah dokter meminta melakukan tes EEG dan tes EMG (disetrum di tangan dengan kejutan2 kecil, dan nafas cepat).

Dan ternyata memang Spasmofili hanya bisa ketahuan dengan EMG.

 EEG: An electroencephalogram (EEG) is a test that measures and records the electrical activity of your brain. Special sensors (electrodes ) are attached to your head and hooked by wires to a computer. The computer records your brain's electrical activity on the screen or on paper as wavy lines. Certain conditions, such as seizures, can be seen by the changes in the normal pattern of the brain's electrical activity. (bisa dibaca jelasnya disini , sekalian bisa lihat ada model mas gantengnya..hasyah...lagi2.....gila lagi...hush!) 

 EMG: Electromyography, or EMG, involves testing the electrical activity of muscles. Often, EMG testing is performed with another test that measures the conducting function of nerves. This is called a nerve conduction study. Because both tests are often performed at the same office visit and by the same personnel, the risks and procedures generally apply to both tests. 

 NB: gelombang elektromagnetik (EEG+EMG) mengaliri kelapa eh kepalaku dengan perantara kabel-kabel lebih dari 30 helai yang ditempelkan dimuka , kepala dan sekujur tangan, dengan semacam penghantar (dan unsur basah/air sehingga berasa kesetrum-kalo anak kecil biasanya ditidurkan dulu) supaya gelombang dikepala dan otot-otot  bisa terdeteksi (konslet apa ga? Hush!).
Mau tau rasanya? perihhhh..sumpeeee! berasa kepala gw mau dibotakin! Mommmyyy!!!...tulangku protol!...huwaaa....:’( 

 (Sesudah  EEG , reaksinya adalah kepala jadi pusing, sedangkan sesudah dilakukan  EMG..aku gembrobyos dengan sukses sodare...sodare!!....*adasusteryangnutul2jidatgwkrnbasahkeringetanplussenewen).


aku sedang di EEG dan EMG oleh dokter spesialis di RS.
aku sedang di EEG dan EMG oleh dokter spesialis di RS.

Hasil monitoringnya  berupa gambar “naik turun gunung” yang aku ga mudeng, tapi intinya aku didiagnosa memang terkena Splasmofilia 2-3, sehingga harus fisioterapi mengendorkan otot yang tegang dengan Autosound dan Tenz.
(yang lagi-lagi setrommm lageee sodare..sodare...! *nyakar2pintuWCrumahmakan )

 Yah, itulah mengapa aku  jadi paham, kok bisa terkena insomnia berat, karena  memang penyakit ini membuat metabolisme tubuh penderitanya terbalik.
Saat malam on alias melek terus, ga bisa tidur, pagi mulai deh lemes-lemes, dan itu susah berubah karena “ulah” ini syndrom

Lingkaran merah adalah reaksi diautosound,  dan diolesin gel bernama Kaltofren .
Lingkaran merah adalah reaksi diautosound,  dan diolesin gel bernama Kaltofren .



 3. Reaksi Tubuh 
 Apapun penyebabnya, baik ketidakseimbangan elektrolit ataupun psikis, efek yang di timbulkan penyakit ini sama saja, so selagi bisa menjaga tubuh dengan baik, lakukan agar terhindar dari penyakit ini.
Tidak ada orang yang menginginkan bertahun-tahun mengkonsumsi obat terus menerus.
 Pemicu tercepat penyakit ini adalah stres/ capek, saat penderita penyakit ini stres/ capek maka respon saraf motoriknya akan langsung dirasakan di bagian tubuh tertentu, dan tidak di ragukan lagi sakitnya. 
 Saat aku stres/ capek gejala yang di respon oleh tubuh saya berbeda-beda ,mulai dari vertigo berat sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur, dilanjutkan dengan mual dan keringat dingin di sekujur tubuh, dan badan terasa sangat lemas. Kadang kala juga nyeri di leher,pundak dan mata. 
Di lain waktu gigi terasa mau copot, dan nyeri di sepanjang gigi dan gusi atau jari tangan bergerak sendiri di ikuti nyeri atau kesemutan di sepanjang tangan yang mengakibatkan gangguan dalam memegang benda-benda tertentu. 
Jujur saja,  ini  sering kualami akibatnya aku sering menjatuhkan benda-benda kupegang. dan masih banyak efek lain yang bisa ditimbulkan, biasanya efeknya berbeda pada masing-masing individu. 

 Di samping itu penyakit ini juga menyebabkan gangguan pada short memory (jangan salahkan daku kalo sering lupa yah...muun maap laer baten yah..tolong dibantu yah..prok,,prok..prok,,,bletak!) Kadang kala untuk mengingat kejadian kemarin otakku tidak bisa meresponnya secara utuh, hanya teringat sepotong-sepotong saja bahkan untuk kejadian beberapa menit yang lalu kadang tiba-tiba hilang begitu saja. 

 Lingkaran merah adalah reaksi diautosound, yaitu dialiri gelombang panas berbunyi kret..kret..kret,..berefek memerahkan kulit, fungsinya untuk mengendorkan ketegangan dan diolesin gel bernama Kaltofren .




Ini tindakan fisioterapi Tenz dimana leher dan bahu..disetrom, dengan penghantar busa basah, berasa clekit-clekit seperti dikerubutin semut rangrang, (mayannn..fisioterapisnya cowo ganteng...sek asyeeekkk..ahemmmm....hatzyinggg! #kumat maning!) 

 Lalu apa yang harus dilakukan? 

Tindakan pencegahan bagi penderita spasmofilia tergantung dari pemicunya. bila pemicunya ketidakseimbangan elektrolit, maka harus mengkonsumsi obat atau suplemen tertentu sesuai dengan jenis elektrolit yang di butuhkan. Tapi dalam menjalani proses ini harus benar-benar sabar menerima semua, karena konsumsi obat/ suplemen elektrolit tertentu harus di lakukan secara rutin dalam rentang waktu yang relatif lama, tergantung dari grade yang terdiagnosa.

Kuncinya “tidak ada kata bosan untuk perubahan yang lebih baik, menuju kesembuhan”. 
 Namun, bila pemicunya psikis benar-benar harus menjaga agar tidak stres capek sama sekali.
Stres/capek sama dengan mengaktifasi kesakitan untuk diri sendiri. Ayo, sama sama menjaga diri. 
Jangan terlalu lama didepan komputer, istirahat jika sudah tidak mampu, karena ini pemicu otot leher kejang , kaku dan mempengaruhi syaraf pusat.

BAGAIMANA MENGATASINYA?

SELF LOVE TIPS
SELF LOVE TIPS


Kembali lagi ke Self-Love tadi, jika tidak menyayangi diri sendiri, berakibat  umur yang lebih pendek, sindrom iritasi usus, fibromyalgia, gangguan makan, depresi, dan kecenderungan bunuh diri memiliki efek kesehatan yang merugikan  dikaitkan dengan perfeksionisme.
Pemulihan dari penyakit jantung atau kanker juga lebih sulit bagi perfeksionis, karena dengan sifat  ini lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi.

Untuk itulah perlu  belas kasih diri atau bahasa kerennya SELF-COMPASSION.
Penelitian menunjukkan bahwa memiliki lebih banyak welas asih membangun ketahanan dalam menghadapi kesulitan, membantu orang untuk pulih lebih cepat dari trauma atau perpisahan .
Itu juga membantu kita mengatasi kegagalan atau rasa malu dengan lebih baik.
Menurut Prof. Neff, Sbarra dan rekan mendefinisikan belas kasih diri sebagai sebuah konstruksi yang meliputi tiga komponen:

  •  Kebaikan hati : misalnya memperlakukan diri sendiri dengan pengertian dan pengampunan,
  •  Pengakuan : tempat seseorang berbagi dalam kemanusiaan bersama seperti pengakuan bahwa orang tidak sempurna dan bahwa pengalaman pribadi adalah bagian dari pengalaman manusia yang lebih besar, 
  • Perhatian : misalnya keseimbangan batin emosional dan menghindari overidentifikasi dengan emosi yang menyakitkan. 


"Kebaikan-diri memerlukan kehangatan dan pemahaman terhadap diri kita sendiri ketika kita menderita, gagal, atau merasa tidak mampu, daripada mengecam diri kita sendiri dengan kritik-diri,”  Profs. Neff dan Germer.
Bagaimana?
Sudah siapkah berdamai dengan diri sendiri agar merasa lebih dicintai dan bahagia?

 Semoga pengalamanku ini bermanfaat ya gaez!
Amin.



13 comments for "SELF LOVE DIBUTUHKAN UNTUKKU YANG TERKENA SPASMOFILIA AKIBAT TERLALU PERFEKSIONIS"

  1. Duhduuuh...aku merinding sendiri bacanya. Semangat sehat ya mba Archa.. Utk self love, aku pun merasa bahwa aku masih sangat kuramg. Yuuk..kita belajar bareng dan saling support ya..

    ReplyDelete
  2. Waah kak you're amazing...semangat ya everybody deserve to be love and don't forget to love yourself before love others unconditionally

    ReplyDelete
  3. Amazing ceritanya. Semoga sekarang sudah baik2 saja dan lebih bahagia ya mb Archa.

    ReplyDelete
  4. Akhirnya terjawab ya mbak kenapa sering insomnia yang dulu dirimu ceritakan pas aku nginap di rumahmu. Alhamdulillah sudah ketemu penyebabnya jadi bisa diobati. Aku juga berusaha lebih santuy, nggak usah heboh lah mau rumah berantakan dll, kalau dulu ngomel deh..

    ReplyDelete
  5. Duuhh ngeri ya mbak. Syukurlah support system sangat mendukung jd semangat untuk sembuh pasti tinggi ya mbak. Orang seringkali anggep remeh self love padahal klo kita abai sàma diri efeknya biza kek gini

    ReplyDelete
  6. Mbak, aku yo perfeksionis, tapi lebih ke soal pekerjaan, Mbak. Untuk yang lainnya, halah, omah berantakan yo wis lah. Anak nggak mau ngaji, ya, sak karepmu penting seneng, nggak nangis.

    Aku baca cerita Mbak Archa kok prihatin banget, Mbak. Di balik strongnya kamu di mataku, ternyata Mbah Archa menghadapi sindrom seperti ini.

    Sing sabar, ya, Mbak. Kamu strong, malah strong banget malah. Insyaallah akan dapat jalan sembuh.

    ReplyDelete
  7. Ternyata over perfeksionis juga bisa menyebabkan ssakit ya Mba. . Dirimu kok strong banget thoo. mba, ga keliatan kalau punya autoimun dan sindrom tadi. . Sehat2 lahir batin yaa Mbaa... Kudu disdiselowin untuk bbrp hal

    ReplyDelete
  8. Makasih tulisannya ya mbak ini bermanfaat banget. Aku beberapa hari ini kalo cemas berlebihan suka kambuh asam lambungnya. Klo kambuh bisa mual muntah, jantung berdebar debar dan sampai dingin juga. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya mbak.. .pelukk

    ReplyDelete
  9. Semoga udah ga harus konsumsi obat lagi yaaa... namanya obat ya pasti ada efek sampingnya juga. Udah, rileks aja tentang segala pencapaian yang sifatnya masih bisa ditangguhkan dan tak terlalu prioritas. Sehat sehat ya Archa....

    ReplyDelete
  10. Ini sakit yang pernah mba Archa cerita dulu ya. Pemeriksaan EEG nya kayak anakku dulu, lama ya mba

    ReplyDelete
  11. Aah ini to cerita komplitnya dulu itu. Kok aku deg-degan yaa.. nggak vertigo tapi sering banget migren, aku sampai nyobain yang berdiri tegap sambil merem itu kok ya bener nggledhak ik, soal short memory hilang ini aku sering mengalami jaman2 sekolah malah. Tapi memang kok setiap hari itu harus selalu self talk berafirmasi... namanya manusia ya kadang ups and downs. Tetap semangat ya mbak... jangan perfect2 lah.. capek sendiri ntar hehe..

    ReplyDelete
  12. Dibalik ketegaranmu ada kesedihan yang tersembunyi mba.. Mba Archa yang sabar yaaa. Sehat selalu. Wes bahagiakan pikiran dan hati. Aku liat kabelkabel di kepala kayak nonton drakor. Horor. Sehat terus pokoknya mbaaa

    ReplyDelete
  13. semoga lekas sembuh mba. terimakasih informasinya, berguna banget dan bikin kita lebih aware dengan kesehatan, serta harus lebih mencintai diri dari sekarang :)

    ReplyDelete

Post a comment

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...