KESEHATAN MENTAL, POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP BAGI PENDERITA AUTOIMUN

 Gorila Sport Gorila Sport - Komik Strip Mice : Mens sana in corpore sano


Sudah hampir 1 tahun ini, entah mengapa mataku rentan sekali iritasi.
Aku pikir gara-gara sering lihat layar hp atau laptop bikin mataku kelelahan atau gara-gara virus konjungtivitis alias belekan biasa.
Karena sudah makin mengganggu, dan makin tidak bisa diajak kompromi saat melihat apalagi membaca, aku langsung bikin janji untuk memeriksakan ke dokter spesialis mata disebuah Rumah Sakit Internasional di kotaku.

Aku memasuki ruangan praktek dokter mata yang bersih dan nampak steril, sekitar bulan Maret tahun lalu diantar oleh suamiku.
Dokter mempersilakan aku duduk dibelakang  alat modern untuk memeriksa mata yang satu ke yang lain sesuai fungsinya.
Pertama dites dulu tekanan bola mata, kejelian melihat huruf dan angka yang terlihat dilayar depan dan diteruskan dengan konsultasi tentang keluhan-keluhan yang kualami.
Dokter ternyata tidak gegabah dalam mendiagnosis karena aku harus dites lanjutan lagi, apakah ini ada hubungannya dengan metabolisme didalam tubuh.Sepertinya ini bukan penyakit mata biasa.
Karena aku awam masalah medis, singkatnya seperti itu. Aku harus  dites darah lengkap dan tes tulang atau entahlah apa namanya, aku lupa, beberapa tipe tes yang tertera diformulir yang dicentang oleh dokter untuk mengetahui lebih dalam penyebab dari rentannya mataku.

Jadi kemerahan yang terjadi dikornea mataku itu sampai berair terus menerus, dan selang seling, mata kanan, mata kiri bergantian.
Pokoknya bikin kesel dan jadi terhambat mengerjakan segala sesuatu.
Padahal pekerjaan dan aktivitasku sehari-hari sangat mengandalkan mata. Dari menulis laporan, menulis blog, memantau order pelanggan lewat WA dan sosial media, dan sebagainya.
Dokter curiga aku mengalami penyakit autoimun yang akhir-akhir ini sering dibicarakan orang, apalagi sejak salah satu artis bernama Ashanty terkena autoimun beritanya heboh di media massa.
Padahal aku sudah dicurigai terkena autoimun sebelum berita tentang Ashanty terangkat.
Tanda-tanda lainnya, tubuhku juga bentol-bentol seperti biduran, dan gatal sekali, padahal sebelum-sebelumnya aku tidak pernah mengalaminya sama sekali.
Diiringi juga dengan penurunan bobotku sebanyak 3kg.



Suamiku sempat menanyakan, mengapa kok gejala ini baru timbul, padahal dulunya aku tidak pernah mengalaminya.
Suatu hari, tiba-tiba ada salah seorang temanku SMP yang japri ke aku, gara-gara aku menulis pengalamanku ke dokter mata tersebut dan dia mengenalkanku pada sahabatnya yang mengalami gejala persis seperti aku.
Sebut saja namanya Rizka, dia adalah seorang penyintas yang sudah banyak berbagi ke komunitas-komunitas penderita autoimun tentang apa dan bagaimana seluk beluk seputar autoimun.
Sampai-sampai dia berobat hingga ke Guang Zhou China untuk menerapi anaknya yang sama-sama terkena gejala serupa.

Ketika dia menceritakan kepadaku kisah perjalanannya mencari kesembuhan, tak disangka ada kemiripan denganku, baik dari gejala awalnya sampai sekarang.

Setelah aku runut, ternyata salah satu penyebab dari munculnya penyakit ini adalah stres.
LDR alias berjauhan dengan suami yang sedang diluarkota dalam jangka waktu lama dan harus menyelesaikan semuanya sendiri sedikit banyak mempengaruhi pikiranku.Maklumlah, biasa ditangani berdua dalam urusan Rumah Tangga dan anak-anak, sekarang harus ditangani sendiri.

Memang, kesehatan mental itu sangat mempengaruhi  metabolisme tubuh dan tingkat kekebalannya menurut cerita Rizka, berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai penyintas autoimun.
Bagi penderita Autoimun yang pertama harus dilakukan adalah ubah Pola makan dan Pola Hidup agar lebih minimal bersentuhan dengan bahan-bahan kimia.
Menghirup aroma terapi juga salah satu cara untuk mengurangi stres.
Ya ...bisa jadi memang gaya hidupku kurang sehat, padahal Healthy Living itu penting banget!

BAGAIMANAKAH MEWUJUDKAN HEALTHY LIVING?

Menurut Yonita Candra,DVM, MBA, CHC yang harus digarisbawahi adalah :
POLA HIDUP, POLA MAKAN dan POLA PIKIR.
HIDUP SEHAT itu adalah sarana utama untuk menjadikan tubuh kita sehat. Ini akan mencakup beberapa hal: Pola Hidup Pola Makan Pola Pikir .
Pola hidup meliputi gaya hidup keseharian kita, termasuk istirahat/tidur kita.
Pola Makan mulai dari bahan makanan, kemasan, cara memasak, dll
Pola Pikir yang dimaksud disini adalah cara berpikir dan karakter seseorang dalam menghadapi berbagai kejadian dalam hidup.Hypocrates sejak dulu kala sudah menuliskan bebeberapa quotes tentang sakit dan makanan. Seiring dengan perkembangan jaman,maka terjadi perubahan ketiga aspek tsb diatas. Insidensi kanker meningkat beberapa puluh tahun terakhir. Demikian pula insidensi autoimmune disease meningkat drastis.



Memang tanpa  disadari, seringkali kita ngawur dalam mengkonsumsi makanan. Apapun masuk, yang penting kenyang, padahal belum tentu higienis apalagi sehat dan bermanfaat buat tubuh.Alih-alih sehat, malah sering terserang sakit typhus atau diare.
Kondisi usus bocor disini menjadikan masuknya zat-zat seperti toxin yang harusnya tidak boleh masuk ke tubuh jadi dengan mudah menerobos masuk tubuh kita. 
Karena itulah terjadi tumpukan berbagai toksin (racun) dalam tubuh dan terjadilah kekacauan dalam tubuh,terutama terjadi pada sistim imun.


Pola hidup sehat menyeluruh (Lima Dasar Hidup Sehat - LDHS) penting diterapkan oleh ODAI (Orang Dengan Auto Immune) dan tentu juga penting diterapkan oleh siapapun yang ingin hidup semakin sehat dan produktif.
 LDHS terdiri dari 5 pilar.
Diantaranya adalah pilar Gaya Hidup Sehat, yang meliputi sub pilar pemilihan makanan sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, dan menjaga kebersihan.

TIPS PEMILIHAN MAKANAN SEHAT DAN IDEAL

Pedoman memilih makanan sehat dan aman ini penekanannya lebih pada kualitas makanan. 
  1.  Dimana tentunya, makanan sebaiknya tidak mengandung (penambahan / residu) bahan kimia yang berbahaya seperti misalnya pestisida pada sayuran dan buah juga tidak mengandung P5: (Perisa / Pengawet / Penyedap ; Pengaroma / Pewarna kimia / Pangan rekayasa genetika). 
  2. Sebaiknya kita memilih makanan yang terjamin dan diketahui benar proses pembuatannya dari penyediaan bahan makanan sampai terhidang. 
  3. Hindari proses panjang yang tidak dapat dilacak. 
  4. Konsumsi makanan "segar" dan bukan makanan kemasan. 
  5.  Tergantung pada keadaan saluran cerna kita, makanan segar mentah dapat dikonsumsi. 
  6. Sayuran sebaiknya bebas pestisida dan organik, namun bila belum memungkinkan mendapatkannya, jangan berkecil hati. Pertimbangan konsumsi sayuran segar adalah karena masih mengandung enzim alami dan bakteri baik yang bagus yang membantu mencerna. Dapat dipertimbangkan untuk setidaknya mengkonsumsi 1/3 bagian sayuran segar dan selebihnya “light cooked”.
  7. (Tetapi tentu, kondisi setiap individu berbeda daya cerna dan daya absorpsinya, tergantung keadaan “Leaky Gut” masing-masing). 
  8. Suhu ideal memasak sayuran : 42-45ÂșC, atau light cooked; ditumis atau dikukus bisa menjadi pilihan. 
  9. Beberapa sayuran justru perlu dimasak. 

Healthy Food

Pertimbangan berikutnya adalah menghindari makanan yang dapat menimbulkan reaksi Food Sensitivity atau alergi.  
Memilih makanan yang aman artinya memilih makanan yang tidak memicu reaksi tubuh. 
Karena setiap individu berbeda, tentu reaksi masing-masing kita terhadap makanan juga berbeda-beda. 

Adonan pizza yang mengandung gluten

Ada beberapa jenis makanan yang sering disarankan untuk dihindari misalnya : 
 - Gluten: Fassano (2012) 
bahwa gluten menyebabkan gangguan permeabilitas mukosa usus (Leaky Gut) yang dinyatakan berkaitan dengan Autoimmune Disease. 
 -Nightshades plants (Solanoceae), seperti kelompok tomat, cabai, kentang, terung, dsb .
 -Seafood (udang, kepiting, kerang) dan ikan tidak bersisik (lele, belut) .

 TIPS DALAM MEMILIH DAN MENGOLAH MAKANAN:

1. Ayam: 
sebaiknya yang dagingnya tidak mengandung residu kimia seperti antibiotika dan pengawet yang berasal dari pakannya. 
Misalnya: ayam kampung free range dan ayam dengan pakan probiotik. 
Pastikan daging ayam bebas Salmonella sp. 

 2. Daging sapi/kambing/domba: 
Sebaiknya pilih yang grass fed (hanya makan rumput saja), tidak mengandung residu kimia dalam daging .
Batasi konsumsi daging merah agar tidak berlebihan. Sebaiknya masak daging dengan api sedang (tidak dibakar), dibumbui rempah alami. 


 3. Ikan yang bersisik bersirip lebih aman dikonsumsi, pilih ikan yang tidak tercemar logam berat di lautan. Untuk ikan air tawar, bisa dipilih yang pakannya alami, tidak mengandung kimia berbahaya. .

4. Telur merupakan asupan nutrisi yang lengkap, juga mengandung Omega3 pada kuning telurnya yang bersifat antiinflamasi. Pastikan memilih telur yang tidak mengandung residu antibiotika dan kimia lain, selain perlunya telur tsb. bebas Salmonella sp. Memasak telur jangan sampai overcooked atau terlalu matang.

5. Sayuran dan buah tentu sebaiknya bebas pestisida dan organik; tetapi bila belum bisa mendapatkannya bisa ditempuh cara sederhana dengan mencuci bersih, lalu mencuci dengan air bersih yang ditambahkan baking soda / lemon / cuka apel. (2sdt baking soda untuk 1 liter air). 

 6. Susu sering memicu lactose intolerance atau alergi. Bila masih bisa mengkonsumsi susu, pilih susu pasteurisasi. Susu kambing lebih sedikit menimbulkan masalah alergi. 



 7. Rotasi bahan makanan (tidak terus menerus mengkonsumsi) akan membantu menghindari food sensitivity dan reaksi tubuh. 

 8. Batasi asupan karbohidrat / gula yang tinggi dan tepung refinasi. 

 9. Memasak dengan suhu tinggi dapat mengurangi bahkan merusak nutrisi. 

10. Penyajian makanan dan minuman (terutama yang panas) gunakan kontainer kaca atau kontainer stainless steel. Gunakan botol kaca atau BPA Free. 

 11. Pilih alat masak yang aman. Mengacu pada urutan alat masak yang aman,disarankan stainless steel atau titanium. Bisa dicoba mengakali untuk mencegah cemaran metal dari alat masak yang kurang aman. (Misalnya dengan menggunakan daun pisang / pepes.) 

12. Pilih bahan makanan yang bisa memberikan efek anti inflamasi seperti Omega3 dari telur, kunyit, atau nanas (bagi yang bisa mengkonsumsi, tergantung individu masing2) . 

13. Konsumsi probiotik seperti kefir kelapa, fermentasi sawi putih , dll merupakan asupan bakteri baik untuk tubuh. Namun bila akan memulai sesuatu makanan / probiotik (kefir misalnya), sebaiknya dimulai dengan jumlah yang sangat minimal; lalu monitor reaksi tubuh yang terjadi; baru secara bertahap dilakukan peningkatan volume. 

14. Bagi ODAI sebaiknya menghindari kondisi yang dapat diartikan tubuh sebagai fase krisis, yang mungkin bisa dianggap sebagai pemicu keadaan “flare up”.

Menurut penjelasan dari DR.dr.Iris Rengganis SpPD-KAI  tentang autoimmune, beliau  menyampaikan bahwa autoimmune akan menetap dalam tubuh ODAI, namun dapat dikendalikan sehingga tidak mengurangi kualitas hidup penyintasnya.
Kuncinya harus DISIPLIN dalam menerapkan LDHS, seumur hidupnya.
Diantaranya adalah minum obat teratur, pola makan yang baik dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing, dsb. Dengan demikian diharapkan obat-obatan yang diberikan dokter dapat memberikan dampak yang optimal bagi kesehatan ODAI, sehingga perlahan dokter bisa menurunkan dosisnya sampai dengan tercapai remisi yang stabil (lepas obat dengan gejala autoimun yang terkendali).

MENCAPAI KESEIMBANGAN FISIK,PIKIRAN DAN JIWA DEMI KESEHATAN MENTAL:


 Selain menerapkan pilar Gaya Hidup Sehat, tentu ada pilar-pilar lainnya yang harus diterapkan untuk mencapai keseimbangan fisik, pikiran, dan jiwa, antara lain :


 - Berolahraga 30 menit sehari. Sesuaikan dengan kemampuan tubuh.
 - Berjemur pada saat sinar matahari baik, sekitar jam 10:00-14:00, maksimum 10 menit saja (bagi yg memungkinkan). 
- Melakukan latihan pernafasan perut/ diafragma  4-4-7 secara rutin, terutama saat stress hingga merasa relaks kembali. Ambil nafas selama 4 hitungan dari hidung, tahan 4 hitungan, hembuskan selama 7 hitungan dari hidung atau bibir (buka sedikit saja), tahan 4 hitungan, lalu diulangi dari awal dengan smooth. Ideal dilakukan di tempat terbuka (baiknya jauh dari polusi), boleh diiringi musik yang menenangkan. 
- Pastikan cukup minum air putih yang sehat. 
 - Berikan pelukan hangat minimal 20 detik kepada orang-orang yang Anda kasihi, setiap hari. Katakan betapa mereka berarti bagi Anda.


 - Berpikir harmonis, ucapkan kalimat positif, tularkan rutinitas positif dan selaras alam. 
- Memilih untuk bersyukur, berdoa, meditasi, berbagi dengan sahabat yang pernah mengalami adalah langkah untuk membantu mengendalikan stres.
 - Terus belajar, perkaya wawasan. 
- Mulai menanam bahan pangan sendiri secara organik.
 - Jaga kebersihan.
 - Periksakan kesehatan secara berkala. 
- Minum obat sesuai anjuran dokter, paralel dengan pola hidup sehat.
 Dokter akan mempertimbangkan penurunan dosis obat jika kondisi pasien semakin membaik. 
- Ketahui hak dan kewajiban pasien.
 - Ketahui informasi obat sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi, dan pastikan dalam pengawasan dokter yang merawat.
 - Rancang mimpi hidup Anda dan tentukan cara mencapainya. Mulai bergerak!
 - Lakukan segala sesuatu dengan suka cita, niatkan untuk memberi inspirasi POSITIF kepada sekitar. Agar kita senantiasa bahagia bersama-sama.
 - Tersenyum setiap saat.




Jadi jika kamu sudah merasa ada yang tidak nyaman ditubuh, atau mulai stres dengan situasi dan kondisi yang dialami, tidak usah bingung. Konsultasikan saja ke Halodoc , karena disana banyak tenaga ahli yang akan membantumu berkaitan dengan kesehatan tubuh maupun kesehatan mental. Atau cukup download saja aplikasi Halodoc diponsel kamu, dan nikmati layanan praktis ,cepat dan mudah yang akan memandu kamu untuk mencari solusi kesehatan.

Halodoc juga menerima layanan prioritas yang memungkinkan kamu untuk berobat ke rumah sakit dengan lebih praktis dan hemat waktu.
Untuk pasien BPJS dan reguler, kini konsultasi dengan dokter di rumah sakit pun jadi lebih mudah.

Cukup daftar online dari mana saja, pilih dokter dan jadwal konsultasi. Sampai rumah sakit tinggal konsultasi. Caranya:
  1. Pilih Rumah Sakit yg ingin dikunjungi 
  2. Pilih Dokter / jenis Poliklinik 
  3. Pilih Jadwal Konsultasi 
  4. Registrasi Online 
  5. Datang ke rumah sakit, dan langsung ketemu dokter 

Praktis ya...

Mulai sekarang , yuk mulai peka dan memperhatikan tubuh demi kesehatan jangka panjang dengan mengatur pola makan, pola hidup dan pola pikir.
Sakit itu berat bung!

Mensana in Corpore Sano


Sumber: 
Gambar Komik Strip Mice: Mensana in Corpore Sano
Pinterest
Referensi: 
Beliveau R.& Gingras D, 2015: “Preventing Cancer”:Firefly Book Ltd. - Fassano, 2012:https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2210989 6 - https://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2012/11/10/cooked-food-diet.asp - https://draxe.com - Reader’s Digest Book:”Food that Harm, Food that Heals”,; Reader’s Digest Association, Inc; 2013.

27 comments for "KESEHATAN MENTAL, POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP BAGI PENDERITA AUTOIMUN"

  1. Semoga kita semua tetap sehat secara fisik dan mental serta berbahagia selalu, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mbak. Itu yg terpenting. Semoga kita bebas stres dan penyakit ya.

      Delete
  2. Memang tanpa disadari faktor stres secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh kita, oleh karena itu berusaha untuk dapat menjalani aktivitas rutin sehari2 dengan aura positif dan selalu merasa bahagia. Meskipun tidak semua orang bisa melakukannya termasuk diri saya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..positif thinking itu perlu banget krn mempengaruhi kesehatan jasmani dan rohani.

      Delete
  3. Mba, aku penasaran dg penyakit autoimun ini. Jadi penyebabnya lebih ke mental dan bukan karena konsumsi mkn tertentu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin jg ada pemicu alergi tertentu dan faktor utamanya pola makan ,pola pikir td mbak. Klo byk makan makanan kalengan,instan dsb . Itu jg pemicu tubuh rentan kena autoimun

      Delete
  4. Nice artikel. Lumayan komplit nih tips menjaga kesehatannya, makasi banyak ya mb Archa untuk informasi dan tipsnya. Semoga kita dan keluarga selalu sehat, aktif, dan mampu berkarya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sdh membaca mbak. Semoga kita bisa menerapkan healthy living ya.

      Delete
  5. Stres ternyata memicu auto imun ya Mbak, jadi memang sebisa mungkin harus kita kurangi stres dan terus pola hidup sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makdew. Tetep happy aja. Hempaskan stres itu cara memperpanjang umur

      Delete
  6. Menjaga kesehatan mental sama saja menjaga kesehatan fisik. Begitupun sebaliknya, ketika mental tidak stabil atau sedang ada gejolak, tak akan lama fisik akan jatuh sakit. So, mari berfikir positif, tenang dalam menghadapi sagala hal, jangan mudah panik, sering bersyukur serta perbanyak doa dan berserah diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas. Bamyak bersyukur ,berpikir positif dan berdoa...

      Delete
  7. Lebih baik mencegah daripada mengobati, tidak ada kata terlambat untuk kita menjaga kesehatan fisik terutama mental juga....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Pola hidup yg sehat dan teratur itu kunci

      Delete
  8. Autoimun ini bisa terjadi gitu aja ya Mba, apakah.ada pencetusnya atau gimana awalnya Mba, aku penasaran juga klo sejak kecil ga autoimun lalu tiba2 muncul saat dewasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pencetusnya klo sdh dewasa biasanya ya dari pola makan,sering bersentuhan dgn zat2 additif,kimiawi,dan pola pikir yg susah releasing stres. Itu pemicu utama

      Delete
  9. trus ssekarang berrt dah sembuh ya mba archa, alhamdulillah. mejaga pola hidup dan kesehatan mental memang sangat penting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Autoimun ga bisa sembuh mbak seumur hidup. Yg bisa dilakukan adalah meminimalisir dgn cara diatas. Semoga ga makin parah ya..

      Delete
  10. Bagus mbak artikelnya. Beberapa teman yang didiagnosa autoimun di saat pandemi begini jadi kesulitan berobat . Semoga sehat semuanya ya

    ReplyDelete
  11. Ternyata karena LDR jadi penyebab munculnya stres dan memicu autoimun ya. Jadi teringat dirimu pernah curhat soal LDR ini. Mungkin karena baru pertama kali ya jadi masih adaptasi. Nah soal pola hidup itu, mirip dengan penyakit asam lambung atau jantung juga. Suamiku pun udah mengubah pola hidupnya, meski agak lamban tapi yang penting udah berubah ke arah lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Kata Rizka itu, pengobatannya mirip Ca. Pake biopsi segala. Jd mmg sdh mulai waspada dan hati mulai sekarang.

      Delete
  12. Jadi itu udah pasti kena auto immune kah dirimu? Semoga dengan memberlakukan pola hidup sehat dan meminimalisir stres dirimu bisa segera sembuh yaaa... tentunya berat menghadapi kondisi fisik yang seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an salah diagnosa sih mbak. Tapi sampe skrg msh muncul2 dgn gejala yg sama klo drop. Mudah2an ga makin parah ya. Susah ngapa2in klo udh kumat.

      Delete
  13. Mba Archa semoga lekas sembuh ya, soal autoimunnya. Semoga juga salah diagnosa
    seneng banget banyak tips dibagikan, yang beberapa sudah kupraktikan dalam kehiduan sehari-hari. Aku juga nih kadang gampang stress ngadepin mertuwir, soalnya kan udah pada sepuh emak ga bisa jalan kadang nangis gitu, jadi aku juga harus kelola pikiran biar nggak stressan. Makasih tips gaya hidup sehatnya juga ya mba

    ReplyDelete
  14. Autoimun itu nggak boleh stress ya. Berarti kudu hepi terus mba Archa. Ayo semangat sehat lagi mbaaa, biar hidup lebih bahagia

    ReplyDelete
  15. memang kita harus aware sama diri sendiri ya mba.. mulai protek ke hal-hal yang cukup merugikan dan juga harus menjaga asupan banget supaya tubuh kita gak gampang drop

    ReplyDelete

Post a comment

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...