RESOLUSI 2018 HARUS LEBIH BANYAK BERPIKIR TENTANG SPIRITUAL

Thursday, April 05, 2018

RESOLUSI 2018 HARUS LEBIH BANYAK BERPIKIR TENTANG SPIRITUAL

Tema arisan Blogger Gandjel Rel dan Taro alias Lestari , temanku blogger yang baik hatinya, very inspirational person dan tukang travelling ini pas banget dengan situasi sekarang dimana aku sedang menginjak awal tahun 2018 , tepatnya masih bulan Januari .
Sebenarnya ini tulisan sudah kudraft dari bulan Januari tapi baru sempat kuposting sekarang.(saking sregepe..eh *kebalik).

Apalagi kalo bukan RESOLUSIKU DI TAHUN 2018 ini.Tahun baru selalu membuka kesempatan bagi orang untuk mencoba hal-hal baru dan menetapkan tujuan pribadi yang lebih baik untuk diri sendiri, termasuk diriku.
Sepertinya tulisan ini akan mengalir dengan liar , dan tidak terencana, terserah kemana pikiranku berkelana dan jariku mengetik sesuai kata hati.
Entah apa yang akan kutulis nantinya, mari ikuti pelan-pelan kisah #mamaloreng yang baru saja nongol setelah ditenggelamkan. #halah

 Nah inilah resolusi...
ku ditahun 2018 ini.

Frank Ra (penulis buku resolusi Tahun Baru "A Course in Happiness") menyatakan bahwa
Resolusi akan lebih berkelanjutan bila kita berbagi, baik dalam hal dengan siapa Anda berbagi manfaat dari resolusi Anda, dan dengan siapa Anda berbagi jalan untuk menjaga resolusi Anda. Jadi memang dibutuhkan kawan atau pendamping untuk mewujudkan resolusi itu, karena kebanyakan manusia itu bakal angot-angotan kalau tidak dikejar-kejar target...tul kaaannn?
Dan memang harus berbagi resolusi disini, supaya jadi malu sendiri kalau sudah koar-koar , ternyata resolusi hanya bualan belaka, ... wagu kan?

Ada beberapa resolusi yang sudah menggerayangi kepalaku dari awal tahun ini, mudah-mudahan bisa terwujud satu persatu.

 1. Hal yang pertama adalah aku mau fokus pada kesehatan .
Sebenarnya ini agak-agak pencitraaan sih. Tidak semata-mata kesehatan tapi yang terpenting adalah fokus pada berat badanku yang makin mendekati berat rata-rata seekor singa laut yang ngesot-ngesot.
hiks.:(
Jadi seperti doa-doa orang gendut diawal tahun yang selalu berharap agar Tuhan menggendutkan rekening banknya saja ,bukan  menggendutkan tubuhnya, begitu pula dengan harapanku yang ga mau muluk-muluk. Cukup bisa menurunkan bobot tubuhku sebesar 10 kg saja, senengnya sudah ga ketulungan. Jadi untuk semakin melancarkan usahaku ini, aku sampai ikut campaign #21dayshealthychallenge dengan makan makanan sehat dan aktivitas yang menunjang penurunan berat badanku.

segelas air hangat dicampur jeruk nipis dan sesendok madu serta jahe untuk detoxifikasi dipagi hari.

Contohnya nih, tiap pagi aku rutin minum air putih anget dicampur dengan perasan jeruk nipis dan satu sendok teh madu sebelum makanan apapun masuk ke perutku.Kadang-kadang kalau flu sedang aktif menyerang, aku tambahkan jahe utuh supaya bisa membunuh kuman-kuman flu dan melegakan pernafasan.
Minumnya pelan-pelan supaya airnya bercampur dimulut dan diserap ketenggorokan masuk ke saluran pencernaan sambil dinikmati khasiatnya.
Lumayan juga , perutku jadi ga sebuncit dulu lagi berkat minum air anget nan praktis ini.
Gara-gara pingin langsing  juga, aku sampai beli treadmill elektrik supaya bisa lari-lari rutin dirumah setiap saat.

Dulu sih aku pernah minum obat pelangsing gara-gara pingin kurus secara instan.
Hasilnya, berat badanku sih menurut drastis, disertai juga dengan merosotnya intelegensiaku.
Jadinya aku lemot, sampai-sampai aku ditegur ibuku "...kok kamu sekarang jadi bego...sih...hhh".
Jadi kalau nerima perintah atau diajak ngomong , lola aliasnya loadingnya lama, butuh jeda beberapa waktu buat mencerna isi kalimat.
Parah banget pokoknya.

Akhirnya memang yang paling bener ya dengan mengubah gaya hidup.
Makan besar bener-bener ngurangin karbohidrat, kalau perlu nasi, jagung, lontong, kentang dihindari, diganti dengan sayur , buah dan kacang-kacangan.
Daging merah sekarang sudah kuhindari juga, kuganti dengan makan daging berwarna putih yaitu daging ayam.
Eh ternyata memang rasanya dibadan jadi lebih enak dan ga gampang loyo loh, setelah merevisi pola hidup menjadi lebih sehat.


Treadmill Elektrik . Sumber : inet
 2. Mulai menyimpan uang dengan sesadar-sadarnya
Kenapa kok dengan sesadar-sadarnya segala?
Karena kadang kalau punya uang, terlintas untuk menyimpan saja kadang lupa, tersapu keinginan untuk beli baju, tas branded, atau hairspa dan fesyel seminggu sekali, tergoda untuk jalan-jalan keluar negeri, piknik, booking hotel, dsb.
Itu sebenernya penyakitku yang paling kronis.
Suka tergoda konsumtif jika pegang uang lebih sedikit.
Jadi di tahun ini, aku mau merenung dalam-dalam ngga pakai lama, terus mikir, kebutuhan hidup masih bejibun untuk dipenuhi atu-atu.
Cicilan belum lunas, utang masih segunung, belum anak bentar lagi masuk SMA, bayar uang les, uang sekolah, uang langganan TV kabel, langganan internet, beli pulsa, belum duit belanja yang ga boleh diabaikan, bikin "yang foya-foya" tadi harus segera ditinggalkan untuk sementara waktu.
Menyusun skala prioritas. Contohnya nih baru saja kemarin CPU (komputer) yang buat kerja suami sama bikin PR anakku njeblug gara-gara ada petir. Alhasil kabelnya terbakar sampai bau sangit serumah.
Rusaklah itu CPU a.k,a motherboardnya , disamping memang sudah uzur juga.
So, redam dulu keinginan beli makanan enak-enak, ini komputer wajib dipikirin, soalnya data-data ada disitu. Dan kalau sudah begini, pasti menjalar dengan penambahan ini itu, memory kek, ganti layar kek, nambah printer kek, krn yang dulu rusak juga, belum hal-hal yang lain.
Selalu saja duit "happy2" itu menguap seiring dengan kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Dicentang satu persatu mana yang sudah ditunaikan, mana yang sedang nunggu giliran antrian dipenuhi, dan mana yang bisa dipending dulu.
Jadi , memang harus nyimpen uang dululah, daripada duit habis, pas lagi butuh malah kelimpungan.
Meminimalisir stres itu memang wajib, karena hidup ini berat bung! #Rindunya Dylan mah..seupillll.
(Tapi zuzur, ini kok barusan liat2 brosur tour ke Disneyland yak...? #plakk! kumat maningggg @__@ )




 3. Mempelajari ilmu baru diluar bidangku selama ini.
Iya, ...ditahun ini aku melepas pekerjaanku sebagai dosen fakultas arsitektur disuatu universitas setelah 4 tahun kujalani.
Sebenernya aku cinta dengan pekerjaanku ini, apalagi bisa ketemu brondong2 suplemen vitamin A untuk mata yang bikin awet muda..eh.
Aku cinta dengan pekerjaanku membimbing mereka dari yang tidak memahami struktur dan konstruksi bangunan, jadi lebih tahu.
Dari yang menggambarnya belepotan jadi bisa menggambar bangunan dengan metode perspektif dan teknik presentasi gambar yang baik.
Tetapi ada pekerjaan lain yang lebih menuntutku untuk fokus dan tidak mentriple pekerjaan sekaligus.
Aku ga mau njeblug bak CPUku tadi dong, gara-gara kelebihan beban pekerjaan.
Akhirnya setelah mempertimbangkan dengan matang-matang, baik dari segi tanggung jawab, lingkungan kerja dan faktor kenyamanan hati, aku tidak bisa meninggalkan dunia tulis-menulis dan blogging yang sudah kutekuni dari 10 tahun lalu.Aku juga bekerja dibidang kuliner nusantara yang membutuhkan kesiapanku sewaktu-waktu karena fokus kepada pelayanan kepada pelanggan yang butuh ketepatan waktu.




aktivitasku bersama mahasiswaku dikampus (Dok:pri)

So,...dengan berat hati, aku harus meninggalkan dunia mengajar yang aku cintai.
Walaupun banyak mahasiswaku yang "nggondeli" supaya aku jangan resigned, tapi hidup memang harus memilih, dan jadi orang jangan tamak serta harus peka akan kemampuan diri sendiri. Sebisa mungkin prinsipku adalah tidak mengecewakan orang lain , terutama yang menyangkut pekerjaan .
Terbukti dengan pekerjaan dan aktivitas baruku ini, aku lebih bisa meluangkan waktu untuk hal-hal yang dulu tidak tersentuh, seperti antar jemput anak les, menjelajah tempat-tempat baru, naik gunung, bertemu teman-teman blogger, vlogger dan youtuber2 yang super duper keren.
Dulu aku merasa hebat sebagai dosen yang dihormati oleh murid-muridku, sekarang aku semakin merasa kecil dan bodoh karena banyak hal-hal yang harus kupelajari.
Jadi resolusiku tahun ini adalah bisa menambah ilmu baru yang membuatku lebih "kaya" wawasan dan ilmu .


Mendaki puncak gunung Telomoyo. (Dok.Teguh @omahalit)


 4. Mendonasikan waktu atau uang untuk tujuan yang baik .
Momentum ini bermula dari kegiatan iseng  segenk untuk menyumbangkan sedikit rejeki kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dan penghiburan. Sebenernya ini lebih ke pendidikan ke anak-anak kita aja sih, supaya mereka tidak selalu mendongak ke atas, jangan hanya bisa menuntut yang enak-enak saja, tanpa peduli bahwa banyak orang yang masih  kekurangan disekitarnya.
Jadi aku dan sobat-sobatku yang berjumlah 5 orang beserta anak-anaknya mengunjungi panti asuhan cacat ganda dikotaku.Ada yang usianya sudah diatas 30 tahun tapi masih tergolek lemah tak berdaya,ada yang cacat mental dan ditinggal ortunya tidak pernah ditengok lagi.
Ada yang menderita pembesaran kepala karena ada cairan diotak alias hydrocephalus, dsb.
Bener-bener sangat menyentuh sekali, membuat kita harus banyak-banyak bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan selama ini.Diberi kesehatan, keutuhan bersama orang yang dicintai, bisa mandiri, dll.
Anakku kuminta menyisihkan uang sakunya , serta mengepak baju-baju serta mainan mereka yang masih bagus tapi sudah tidak dipakai lagi untuk disumbangkan kepada mereka.Ada sedikit sembako dan uang untuk membeli susu bagi anak-anak panti.
Ternyata kegiatan ini cukup mengetuk hati dan membekas buat anak-anak.
Dan kita sepakat untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin.
Rencana untuk tempat selanjutnya yang jadi sasaran adalah sebuah panti jompo di pinggir kota yang terabaikan. Tidak ada pengasuhnya, isinya cuma orang-orang lansia yang sudah tunuk2, mengurusi kehidupan mereka sendiri dengan menanam sayur-sayuran dipekarangan. Rumahnya lembab dan dingin beralaskan tanah.
Aku dan teman-teman berencana menyumbang semen dan keramik untuk memperbaiki kondisi rumah yang memprihatinkan , serta menyumbangkan selimut dan tikar serta memperbaiki atap yang bocor disana-sini. Mudah-mudahan akan ada lebih banyak yang bergabung untuk meringankan beban mereka.Amin.




Berbagi kasih tanpa mengenal batas.(Dok.pri)

Jadi  sesuai judulku diatas RESOLUSI 2018 HARUS LEBIH BANYAK BERPIKIR TENTANG SPIRITUAL, apa makna spiritualitas yang sebenarnya?

 "Menurutku, spiritualitas yang sesungguhnya adalah kemampuan setiap jiwa untuk hidup selaras dengan Sang Pencipta, hidup sesuai kehendakNya. "

Terus gimana tuh caranya hidup yang selaras dengan Sang Pencipta itu?
Ingatlah bahwa, Tuhan kita ada dalam setiap ciptaanNya. Oleh karena itu hidup selaras dengan Sang Pencipta, adalah dengan hidup harmonis dengan seluruh mahlukNya. Ini menyangkut kasih dan kesadaran, inilah inti dari spiritualitas.
Hanya kasih dan kesadaran-lah yang menentukan kualitas jiwa seseorang.
Pada intinya, menjadi spiritual adalah tentang memilih untuk menjalani hidup Anda sesuai dengan apa yang Anda yakini. Menjadi spiritual pada dasarnya adalah tentang menerima siapa diri Anda, kemampuan menjadi diri sendiri, dan menyelaraskan dengan kebenaran jiwa Anda. jiwa yang membantu seseorang untuk mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif.


Jadi resolusiku tahun ini adalah lebih banyak berkontemplasi, merenung dan menyadari untuk apa sebenarnya aku dihadirkan didunia ini, supaya hidupku lebih berarti untuk keluarga dan sesamaku dengan menjaga kualitas diriku, baik kesehatan, keilmuan, maupun kemandirian sehingga alih-alih merepotkan dan membebani orang lain, tetapi bisa memberi makna untuk sesama tanpa kecuali.
Menjaga lisanku terutama, agar tidak mudah membully dan merendahkan orang lain, karena aku masih manusia biasa yang penuh dosa, tinggal dijentikkan Tuhan saja, pasti njempalik guling2, kok ya masih "ngenyek" ciptaan Tuhan yang lain. Sopo aku ???

Mudah-mudahan aku bisa mewujudkannya dengan baik.

Kalau kamu apa resolusimu tahun 2018  ini gaezz?

You Might Also Like

0 comments

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...

Home Ads

http://www.gandjelrel.com/

Facebook

http://bloggerperempuan.com/