MENJELAJAH GUNUNG TELOMOYO DENGAN JEEP OFFROAD,SERU!(part.2)

Saturday, April 28, 2018


Pasti sudah ga sabar kan, menunggu lanjutan cerita sebelumnya yang super heboh ini.
Baiklah, duduk yang manis, dan simak baik-baik sambil ngebayangin yah.
Dijamin bikin mupeng luar dalem..hakhak..

Kalau kemarin ceritaku mengenai outbound, kali ini aku harus bangun pagi-pagi sekali, karena jam 3 sudah harus siap melakukan pendakian ke Gunung Telomoyo.
Sebetulnya sih semaleman aku cuman merem doang, karena ga bisa tidur dengan leluasa.
Bukan apa-apa sih, aku biasa tidur dalam keadaan gelap gulita, sementara tenda masih ada cahaya, disusul dengan suara orang nggergaji eh ngorok disebelah..huhuu...

Dan alarm hidup yang membangunkan kita setenda adalah igauan Nia yang lagi tidur terus ngimpi tereak2.

Kupikir ada sesuatu, ternyata dia ngimpi ngelus-ngelus kucing lucu, terus dicakar...
HHHHH...gimana kalo yang dielus beruang cobak...:D

Subuh bersiap berangkat ke Puncak Telomoyo dengan Jeep Offroader.
Tengah: Bersama Mas Salman Faris dan Mbak Maureen.
Bawah: Mbak Winda ,teman sejeep seperjalanan. (Dok.Pri)


  Setelah cuci muka ,kami bergegas ke lobi dan ternyata disana  jeep-jeep 4x4 alias 4WD dari S4X4tiga Adventure telah menunggu. 
Masing-masing jeep bisa memuat 4 orang termasuk sopir telah siap membawa kami ke puncak Telomoyo. Sebelum berangkat, perwakilan dari offroader memimpin doa supaya perjalanan menuju Gunung Telomoyo berjalan dengan lancar. 
 Sekitar pukul 3.30 dini hari, jeep melaju, berderu-deru menyibak udara dingin .Kebetulan jeep yang kunaiki bersama mbak Winda ,teman blogger juga, tidak dilengkapi dengan atap.
Jadi sukseslah angin pagi menampar-nampar mukaku jadi harus kututupi dengan kerah sweater.

Sekitar 1 jam perjalanan ditempuh dengan tidak terlalu mulus.Pandangan agak samar karena masih lumayan gelap, dengan ranting-ranting pohon yang menjulur dikiri kanan. Jika tidak hati-hati atau menunduk, bisa saja tertusuk, karena mobil jeep yang kunaiki tanpa kap atap dan samping . Sesekali pantatku juga harus kuangkat, saat melewati jalan berbatu tajam, supaya tidak terlalu menghantam tulang belakang.

Kira-kira menjelang jam 5, kami sampai dipuncak Gunung Telomoyo.Beberapa peserta ada yang menjalankan sholat subuh.Ada juga yang sibuk memasang tripod penyangga kamera untuk mengabadikan perubahan langit dari gelap mulai ke jingga dan semakin terang dengan "time-lapsed".


Dan perjalanan panjang yang bikin agak pontang-panting kekiri kanan tadi terbayar dengan lunas melihat keindahan alam nun jauh disana ,disinari oleh cahaya mentari pagi yang berangsur-angsur menampakkan diri di ufuk timur.
Tanpa banyak buang waktu, segera kuambil kamera DSLRku untuk memotret setiap spot yang indah, memasang tongsis untuk selfie sudah pasti wajib hukumnya.
Benar-benar pengalaman menakjubkan karena aku belum pernah kesana sebelumnya ,apalagi bersama teman-teman sehobi yang seru dan asyik. 


The wonderful remarkable  view of Telomoyo Mountain. (Dok.Sarburiyono)
(Captured by Erfix)

Bukit yang menghijau terhampar luas tanpa batas, berpadu dengan birunya langit dengan semburat jingga.Sejenak aku tertegun, betapa kecilnya aku ditengah ciptaan Yang Maha Agung, dan betapa indahnya hidupku hingga masih diperbolehkan melihat lukisan alam seindah ini.
 Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro berdiri dengan gagahnya. Di hadapan kami ada gunung Ungaran, di sebelah selatan ada gunung Merbabu dan di sebelah utara kami ada gunung Andong. 

Selfie bersama Gus Wahid dan Deta sesaat setelah mulai terang. (Dok.Pri)
Mejeng didepan armada offroader. (Dok.pri)

Pagi yang indah ini semakin meriah dengan kehadiran Chef dari D'Emmerick yang diboyong sampai ke puncak lengkap dengan sajian bakmi rebus panas-panas disertai pelengkapnya.Plus segelas kopi dan teh yang masih mengepul  menemani menghalau dingin.
Ruaaarrrr biasyaaahhhh!!

Nikmat tak terkira sambil menikmati pemandangan alam yang menakjubkan, (Dok.pri)




Setelah cukup puas mengeksplorasi keindahan Gunung Telomoyo dengan berbagai gaya, baik gaya ala Syahrini, hingga Mimi Peri , kami konvoi lagi seperti sebelumnya meninggalkan puncak Gunung Telomoyo dan kembali ke camp. 
Baru kusadari ternyata sepanjang perjalanan menuruni Gunung Telomoyo kiri kanan kami adalah jurang dengan medan jalan yang dilalui pas dengan ukuran jeep. Tapi ga usah risau, pengemudi offroad dari S4X4tiga  Offroader  sudah terlatih dan terampil mengemudikan dimedan yang sulit, jadi semua bisa dikendalikan, aman.

Perjalanan ke Hotel ditempuh sekitar 1,5 jam dari puncak Gunung Telomoyo.
Ealah, kupikir sampai hotel bisa segera leyeh-leyeh membersihkan badan,.Ternyata sopir Jeep malah sengaja menjerumuskan kami melewati track berlumpur dengan jalur zigzag dengan halangan pohon-pohon yang rapat.
Kadang menukik tajam, melompat, bahkan nyungsep hingga terperosok ke lumpur .
Pada awalnya aku ketakutan kalau Jeep terbalik, tetapi body dan roda Jeep sudah dikondisikan untuk medan offroad dan berlumpur, jadi lama-lama malah jadi keterusan, teriak-teriak sampai serak. Benar-benar pengalaman yang menguji adrenalin habis-habisan.
Sudah tidak  sempat lagi mikirin badan yang belepotan lumpur, karena tanpa penutup body dan atap, jadi harus benar-benar berpegangan erat pada palang besi Jeep.Hajarrr blehh!
Pokoknya yang ngaku berjiwa muda, rugi banget ngga nyobain track ini. Sumpahhh, seruuu abiss!
Aku yang melihat rombongan didepan jadi terpingkal-pingkal demi melihat yang biasanya kalem ikut-ikutan teriak, padahal aku juga teriak-teriak .:D

Memotret medan offroad yang menantang, sambil nungguin mobil yang kudu diderek karena terperosok lumpur. (Dok.Pri)

Bersama Zein, temen tereak-tereak yang seimbang . (Dok.Pri)

Indahnya kebersamaan..pingin lagiiiiii...


Baca juga:CAMPING DAN OUTBOUND TERHEBOH YANG PERNAH KUIKUTI (Part 1)

Dipotret siluet diatas ketinggian gunung Telomoyo sambil naik diatap Jeep dengan jurang menganga dibawahnya. (Dok.Teguh)
Dipotret siluet diatas ketinggian gunung Telomoyo sambil naik diatap Jeep dengan jurang menganga dibawahnya. (Dok.Teguh)
Agar lebih percaya, langsung saja tonton video keseruannya,gaez!


Hffft, ..akhirnya sampai juga dipemberhentian terakhir. Saatnya membersihkan diri dan muka .Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Terimakasih Pak Sony, driver kami yang tenang, tapi funky abis! Kalem tapi jago.Salut!

Kalo kalian ingin merasakan pengalaman seperti aku, hubungi saja Hotel D'Emmerick yang menawarkan beberapa macam paket trip.
Untuk Sunrise trip menuju ke Puncak Telomoyo dengan menggunakan Jeep Offroader maupun  offroad di agrowisata d'Émmerick biayanya sekitar Rp 300ribuan. Langsung hubungi Hotel D'Emmerick saja untuk lebih jelasnya.
Pokoknya dijamin seru gaez...
Jika ngaku berjiwa petualang, pasti berani mencoba,..buktikan dong... :)

 d'Emmerick Hotel 
Jalan Hasanudin Km 4, 50734 Salatiga, Jawa Tengah
Telp: (0298)325498
Instagram : @hotel_emmerick
Facebook : d'Emmerick Hotel
Website : www.d-emmerickhotel.com


You Might Also Like

7 comments

  1. Wah...seru byangeeets... Jadi penasaran pengen nyobain juga nih...

    ReplyDelete
  2. Berapa harganya kl sewa jeep mba?

    ReplyDelete
  3. Iys mbak..moga2 sempat mencoba ya

    ReplyDelete
  4. Ah serunya...pemgen ngajakin anak2 naik gunung lagi deh jadinya

    ReplyDelete
  5. mules deh ngebayangin perjalanan ke atas tapi terbayar dengan pemendangan yang emejing ya mbaa

    ReplyDelete
  6. Akhirnya tayaaaaaang. Kan jadi kangen naik gunung kannnn

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...

COMMUNITIES

http://www.gandjelrel.com/