MENGAPA WAJIB MEMBAWA DOMPET KECIL DIDALAM TAS?

Thursday, January 25, 2018


Sebagai orang yang memiliki mobilitas lumayan tinggi apalagi sebagai traveller dan “ngelayaper” yang suka menclok-menclok kemana-mana, tentu saja memerlukan banyak barang yang mendukung aktivitas. Seperti kantong Doraemon, yang bisa ngeluarin benda-benda yang kita butuhkan, ada botol minum, buku, tongsis, alat tulis, hp, dsb.Nah, barang-barang itu tentu saja tidak akan pernah lepas dari sesuatu yang mewadahi , apalagi kalau bukan yang disebut tas.

Biasanya aku menyesuaikan jenis-jenis tas yang sesuai dengan keperluan dan fungsinya.
Ga mungkin banget dong,
kita mau ke undangan nikahan , tapi nyangklong tas ransel.
Bisa-bisa dikira mau bikin huru-hara , gara-gara dianggap bawa bom didalam ransel.
Atau mau mengacaukan acara, karena yang lagi berjajar di pelaminan itu si “mantan yang terindah”, eaaaa. #curcol.
Sebagai salah satu fashion item, tas memang sebaiknya dimiliki oleh setiap wanita.

Selain berfungsi untuk menampung barang-barang kepentingan wanita, tas juga bisa menaikkan performa wanita, dan tidak bisa dipungkiri gengsinya pun juga ikut terangkat.
Coba deh , wanita mana yang ga ngiler ketika didepannya ada toko tas yang memajang tas lucu-lucu , keren maupun trendi apalagi glamour. Pastilah mereka rela menyisihkan uang untuk membeli tas demi memenuhi hasrat mereka mempercantik penampilan dan membuat lebih percaya diri jika memakainya.
Oleh karena itu muncul beragam model tas yang bisa digunakan oleh wanita dalam berbagai kesempatan yang berbeda-beda.

Beberapa jenis tas wanita yang aku tahu dan aku pakai antara lain:

Clutch

Biasanya aku memakai clutch saat ke acara kondangan atau pesta.Tas wanita yang disebut clutch ini berukuran kecil. Dengan bentuknya yang kecil dan imut, bikin kita makin stylish saat menentengnya.

Warna-warna yang kupilih biasanya warna-warna netral seperti gold, silver, hitam atau putih supaya serasi dengan baju warna apapun yang dikenakan.



Wristlet

Tidak berbeda jauh dengan clutch, Wristlet menggunakan tali atau rantai tipis. 
Fungsinya pun untuk melengkapi penampilan kita saat menghadiri undangan pesta.
Biasanya aku memakai tas wristlet kalau tidak mau ribet saat mau makan prasmanan (standing party), alias bukan didudukkan di kursi round table.
Jadi saat mau mengambil makanan buffet maupun di pondokan, tangan ga ribet harus menenteng tas, sementara yang satu digunakan untuk membawa piring.
Tas Wristlet ini cukup praktis dengan cukup menyampirkan talinya dibahu, jadi aku bisa bebas menggunakan kedua tangan untuk mememegang piring dan sendok sambil berdiri.

Aku memakai wristlet koleksiku dari kulit biawak dengan taburan kristal swarovsky di bagian resletingnya.

Baca juga : Variasi Penggunaan Rok Panjang Sesuai Bentuk Tubuh


Tote Bag

Jenis tas ini memiliki ukuran yang besar. Bentuknya simpel, cocok untuk wanita yang harus membawa banyak barang kemana-mana. Biasanya aku memakainya saat keluar kota dan berencana beli oleh-oleh atau shopping. Jadi , tote bag itu kubawa dalam keadaan kosong dan kutaruh di koper. Kemudian saat di kota lain, kubawa untuk menampung belanjaan jika tidak bisa dimuat didalam koper. Praktis , karena jika naik pesawat bisa diletakan di kabin .

Meskipun simpel, Tote bag memiliki warna dan corak yang lucu-lucu loh, sehingga tidak akan membosankan. Tote bag biasanya terbuat dari kain nilon, ataupun kulit, bahkan ada juga yang menggunakan plastik daur ulang . Selain untuk menampung barang belanjaan, tote bag juga bisa dipakai untuk kuliah.


Sebelum shopping paling pas membawa Tote Bag untuk berjaga-jaga menampung belanjaan. (Dokpri)

Ransel

Ransel tidak hanya mendominasi fashion para pria saja.

Saat ini, banyak model ransel yang manis dan menarik. Warnanya pun bermacam-macam dan unik. Ransel bisa digunakan saat hendak bepergian atau aktivitas sehari-hari.Aku biasa memakai ransel saat butuh membawa laptop, kamera, ataupun buku-buku. Alasannya karena ransel memudahkan untuk membawa barang-barang yang agak berat karena ransel ditopang oleh kedua bahu. Kalau travelling keluar kota maupun luar negeri, biasanya ransel jadi bawaan wajibku selain
koper karena bisa memuat banyak barang dan praktis membawanya.

Melintasi Shibuya Junction dengan membawa ransel dipunggung lebih praktis berjalan. (Dokpri)


Ada beberapa jenis tas lain sih yang aku punya, tetapi yang paling sering kupakai dan kupilih jenisnya yah… tas diatas tadi.


Dompet kecil yang selalu tergantung diransel kesayanganku. (Dokpri)
Selain tas,buatku yang tidak kalah pentingnya juga adalah dompet.

Dompet wanita kecil itu buatku wajib ada didalam tasku apapun jenisnya.

Karena pasti akan banyak recehan-recehan yang bertebaran saat aku membelanjakan sesuatu baik didalam negeri maupun diluar negeri.
Eits….jangan salah! Recehan , mata uang di Jepang ,maupun Eropa dan beberapa negara maju itu kalau dirupiahkan cukup besar loh!

Misalnya, Satu keping uang receh 100 Yen Jepang itu bisa membeli satu onigiri yang dijual di Konbini (semacam 7-11 atau Lawson) di Jepang.Padahal bentuknya mirip uang 500 rupiah .

Ya ..masa uang kita lembaran semua, gede-gede itu nominalnya.(horanggg kaayaah!)

(Source: https://sekolahdijepang.com/other/mata-uang-jepang/)

Kalau di Jepang, uang kertas lembaran dengan nominal paling kecil adalah 1000 Yen, kemudian berturut-turut ke yang lebih besar ada 2000 Yen, 5000 Yen dan 10.000 Yen yang setara dengan 1,2 juta rupiah. Kebayang kalau satu lembar yang hampir mirip dengan 50 ribu rupiah uang kita itu hilang,….addduuuhhhhh mamiiihhh…bangkruttt akuuu.. ☹

Jadi memang uang receh itu juga penting untuk dikumpulkan dan disimpan dengan rapih supaya tidak tercecer.

Saat kita butuh uang parkir, atau memberi sedekah ke pengemis, atau mendapat kembalian dari minimarket, dompet kecil yang mudah ditemukan memang sangat diperlukan.
Jangan sepelekan nilai uang kecil yang kita kumpulkan didompet loh!


Dompet kecilku yang sangat praktis untuk membawa uang receh jika sewaktu-waktu dibutuhkan. (Dokpri)

Lama-lama bisa jadi tabungan yang lumayan ,sebelum disatukan untuk ditukarkan ke bank atau membeli barang lainnya. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit seperti kata pepatah.
Dengan mengumpulkan uang receh dan menyimpannya dengan hati-hati, kita juga secara tidak langsung mengajarkan anak-anak untuk berhemat dan menabung serta memupuk jiwa sosial untuk berbagi ke sesamanya.

Anak jadi diajarkan untuk menghargai uang sekecil apapun, jadi mereka tidak mudah menghambur-hamburkan uang karena banyak yang masih mengalami kesulitan disekitarnya.

Dengan budaya menabung, maka sebagai orang tua ikut memberikan motivasi yang besar untuk anak agar bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan atau butuhkan.

Masih menyepelekan hal-hal kecil?

Mulai sekarang alangkah baiknya untuk menghargai sesuatu sekecil apapun ,karena sesuatu yang besar biasanya berawal dari hal-hal kecil seperti halnya sekeping uang logam didalam dompet.

You Might Also Like

6 comments

  1. Mbak Archa bisa dandan jadi cewek tulen bawa clutch ternyata

    ReplyDelete
  2. Iya bener dompet kecil itu penyelamat dunia karena bisa menampung receh yang kadang bertebaran nggak beraturan. Cewek wajib punya!

    ReplyDelete
  3. aku juga suka nyimpen recehan, Mbak. Suka bawa juga bawa dompet kecil. Biar nggak melebar ke mana-mana. Secara aku tuh teledor abis.

    ReplyDelete
  4. Aku pun suka bawa dompet kecil buat Recehan, misal buat ke toilet waktu mudik kan butuh bayar pake recehan, dan buat parkirl, btw dompet kecilnya unyu unyu ih mbak archa 😀

    ReplyDelete
  5. kalau saya memang ada dompet kecil, khusus menampung uang recehan 500 rupiah dan tersimpan di dalam jok motor.

    Guna uangnya untuk bayar parkir, sekalian utk beli pulsa saat kepepet... :)

    ReplyDelete
  6. Aq juga punya beberapa dompet kecil untuk nyimpen barang kecil-kecil biar gak berceceran dan mudah nyarinya

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...

Home Ads

http://www.gandjelrel.com/

Facebook

http://bloggerperempuan.com/