KENAKALANKU PADA GURU-GURUKU TAK TERLUPAKAN

Wednesday, December 06, 2017

Bicara masalah guru, banyak sekali pengalaman berkesan yang kualami bersama guru-guruku.
Baik dari TK sampai kuliah yang biasanya disebut dosen.
Kali ini akan kubahas hingga SMA saja,...masa-masa dimana masih disebut bersekolah dengan pengajarnya bernama GURU.
Makanya , tema yang digagas oleh mbak Relita  dan mbak Yuli dari komunitas Blogger Gandjel Rel, "Pengalaman Berkesan bersama Guru, Terimakasih Guru" ini betul-betul kunantikan, walaupun baru bisa kutulis sekarang karena kendala waktu yang sempit dengan tugas yang berjejalan.
Apalagi menjelang UAS mahasiswa-mahasiswaku ini, minggu-mingguku disibukkan dengan kegiatan Ujian dan memasukkan penilaian Ujian Akhir Semester.
Maaf ya mbak Icha dan mbak Yuli...:)



Sebenarnya , isi blog kali ini kalau disimpulkan ,kebanyakan berisi kenakalan-kenakalan masa kecil dan remajaku dulu.

Aku tergolong anak yang memiliki ranking the big five selalu, tetapi nakalnya juga big big big .. (hi 5). #padahal wajahku innocent loh.. (dikeplak swiwi paus).


Bermula dari saat aku duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.
Aku adalah siswi yang usil dan mecicil.
Aku sih ga begitu ingat bagaimana sepak terjangku saat TK, tapi yang jelas, aku suka banget manjat menara besi berbentuk kotak berwarna-warni setinggi 2 meter sampai paling atas.Padahal besinya berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5 cm. Kebayang kalau diinjak dan meleset, dipastikan aku bergelantungan bak batman, jika selamat sebelum meluncur ke permukaan tanah.
Untungnya, aksi bergelayutanku bak pemain sirkus sukses sehingga tidak mengakibatkan apapun.
Setelah aku dewasa dan flashback ke foto-fotoku jaman TK, kok hampir semuanya posenya sama,....lagi ngupil!...Sumpahh!
Keren yak... :P


Guru-guruku SD masih seperti dulu...bahagianyyaaa

Beranjak ke jaman SD.
Karena prestasiku itu, banyak guru-guru yang menyayangiku.
Aku dijadikan juru kunci , alias, murid yang membawa kunci pintu kelas dan lemari kelas oleh kepala sekolah.
Setelah kupikir-pikir sekarang, kok aku jadi mirip2 pak bon alias penjaga sekolah yak? Ngunciin ruang kelas dan lemari guru...hadehhhh.
Tapi dari situ, ternyata aku memetik hikmahnya, bahwa aku dilatih untuk bertanggung jawab , karena pernah suatu kali, itu kunci seombyok ketinggalan entah dimana disekolah.
Huaaaa, semalam dirumah ga bisa tidur.
Bayangin anak SD harus mikirin kunci kelas sekolah, anak sekarang mungkin belum pernah mengalaminya.
Untung besoknya ketemu, ternyata masih nyangkut disalah satu pintu, haduhhhh.

Keharuan menyeruak, melihat Guru2ku SD masih mengingat kita dan masih bisa berjumpa .

Di SD pulak, aku jadi tukang ngetes guru.
Lha kok ngetes?
Bukannya kebalik?
Jadi ceritanya begini,gara-gara dulu jaman SD, bokapku membelikan 1 set buku Widya Wiyata Pertama Anak-anak, yang isinya dari Astronomi, Dunia Air, Bumi, Budaya Masyarakat, dan sebagainya itu, aku jadi suka ngetes guru dengan pertanyaan-pertanyaan dibuku itu.
Contohnya , aku kasih pertanyaan ke guruku kelas 5, Pak Mitro namanya, "Pak, kenapa burung-burung yang bertengger dikabel listrik tidak kesetrum?"
Untungnya pak Mitro tau jawabannya.
Coba kalau tidak, kurang ajaaar benerrr nih anak..ngetes gurunya...
Walaupun agak badung, tapi kutinggalkan bangku SD dengan nama harum sebagai juara teladan tingkat dabin waktu itu, dan sering menjuarai lomba cerdas cermat ,maupun dokter kecil.
Jadi aku sering keluar kelas untuk mengikuti lomba-lomba, asyiiikkk, ternyata bakat kelayapanku sudah terbina sejak kecil..hush!

Dengan prestasi yang gemilang berkat guru-guruku yang membuat aku senang dengan semua pelajaran saat SD, aku bisa memasuki SMP Favorit dikotaku tanpa kendala.
Nemku saat itu 45  dengan 5 mata pelajaran, jadi bisa dirata-rata semua mata pelajaran dapat 9 lebih.

Tulisanku tentang apa arti REUNI dimuat di koran JAWA POS

Nhah, disaat SMP ini, ternyata prestasiku menurun.
Aku jadi korban bullying teman-teman sekelasku.
Aku yang dulu ceria, ekspresif, berprestasi dan penuh percaya diri, digilas teman-temanku yang memiliki jiwa "bossy", "sok kaya" dan sedikit "preman".
Aku punya prinsip dan ga suka disuruh2, sedangkan geng dikelasku ini sok penguasa, dengan congkaknya mereka mengintimidasi teman-temanku untuk menuruti kemauan mereka.
Karena takut , mereka manut-manut saja.
Tetapi karena aku ga mau, aku dimusuhi 1 kelas!
Bayangkan, setiap kali aku maju ke depan untuk mengerjakan soal dipapan tulis, dibelakang terdengar bunyi orang lagi hoek2 seperti mau muntah.
Bersahut-sahutan, seolah-olah jijik melihat aku maju kedepan kelas.
Selama 3 tahun di SMP, sebelah bangkuku kosong, karena tidak ada yang sudi menduduki kursi bersebelahan dengan "the unwanted person in the class".Dan bangkuku itu didepan persis meja guru.
Betapa enaknya mereka contek-contekan, sedangkan aku, untuk berkutik saja tidak bisa.
Setiap baris masuk ke kelas, aku berada diurutan terdepan, dan dibelakangku tidak ada satupun anak yang membuntutiku. Mungkin aku dianggap najis...

Alhasil prestasiku menurun drastis.
Setiap olahraga volly, saat aku mau service bola ke pihak lawan, mereka semua duduk2 dengan enaknya sambil bisik2 dan teriak, " Santai aja, paling-paling ga nyampe bolanya, meleset..hahahaha".
Dan memang aku tidak pernah bisa menservis bola.
Rasanya anak ABG yang jiwanya masih labil, fase peralihan dari masa anak-anak  ini, terasa begitu menyedihkan saat itu.
Hingga seumur-umur , baru kali ini aku mendapatkan nilai merah di raporku pada pelajaran PSPB karena kurang konsentrasi, berlawanan dengan diriku yang selalu "diatas angin" saat SD dulu.
Masih teringat  , wali kelasku menghadiahiku jitakan dijidat karena nilaiku merah. #senyumgetir

Tapi di SMP inilah aku bertemu dengan seorang guru yang paling kubenci, tetapi dia bisa mengendus kemampuanku menulis yang waktu itu rasanya masih samar banget.
Namanya pak Udin. Dia guru bahasa Indonesia.
Dimasa itu sedang trennya membuat Mading alias Majalah Dinding setiap minggu sekali bergiliran tiap kelas dari kelas 1 A sampai 1 I, hingga ke kelas 3.
Semua anak perkelas, wajib mengumpulkan karyanya yang akan dipamerkan di Majalah didinding sekolah.
Ada yang menggambar, ada yang membuat puisi, ada yang menulis cerita, ada yang membuat origami, prakarya dan sebagainya.
Waktu itu aku menulis sebuah cerita tentang seorang kakak yang bermusuhan dengan adiknya.
Pak Udin ikut menyeleksi karya-karya murid-muridnya , karena tidak semua bisa ditampilkan di Mading, agar layoutnya tidak acak-acakan dan terlalu penuh.

Saat hari Senin Mading kelasku selesai dipajang, dikelas ternyata pak Udin  menanyakan dimana karya yang berjudul ini (beliau menyebutkan judul tulisanku) kok tidak dipajang?
"Karya bagus kok tidak ditunjukkan ke orang-orang!", sambil matanya melotot. (Atau memang matanya selalu mecotot? Ah ..entahlah)
Aku yang tidak suka dengan pembawaan pak Udin tersebut jadi berpikir, karyaku kok dihargai?
Apakah bagus? Aku bisa menuliskah? Seribu pertanyaan berkecamuk dibenakku... (Ya ngga nyampe 10 sih sebenernya....*lebaydikit).
Mungkin itulah titik tonggak bersejarah bahwa aku bisa menulis.

Guru SMPku sebagian besar adalah guru-guru yang berkualitas, tak heran sampai sekarang, SMPku tetap menduduki rangking teratas sebagai sekolah terbaik sekotaku dalam hal prestasi.
Masa SMP kulalui dengan kenangan: dibully, bisa menulis, dan tidak menonjol dalam prestasi.




High School Reunion after 20years
High School Reunion after 20years

Masuk SMA ternyata diriku lebih tidak serius lagi.
Bokap mendaftarkanku ke sekolah SMA Negeri terfavorit sekotaku.
Tentu saja isinya adalah anak-anak berprestasi dari daerah yang berlomba-lomba untuk bisa diterima masuk ke Sekolah ini.
Lagi-lagi, aku malah enak-enakan melenggang untuk berlibur ke Singapore, Thailand, Hongkong dan Cina bersama keluargaku, saat para pendaftar itu menantikan pengumuman apakah diterima masuk disekolah ini atau harus pindah kelain sekolah.

Konyolnya, aku hanya mendaftar disekolah ini saja, dan tidak mencadangkan disekolah lain.
Jadi jika aku terlempar dari jurnal prestasi urutan nem terendah, bisa dipastikan pulang dari plesir, aku mung ngaplo, nggigit jempol sikil, karena ga dapat sekolah...huhuk.

Staf bokapku yang terus memantau, apakah namaku masih masuk dalam 400 siswa yang terdaftar lolos akademis, atau tersisih.
Puji Tuhan, akhirnya aku masuk juga diurutan 396 alias nomer 4 dari bawah sebagai pemilik nem terendah,,.hahahaha...*nyengirbajing

Masa SMA inilah, "kebegoanku" dalam hal prestasi makin menjadi-jadi.
Jangankan ranking 10 besar, terdengar namaku pun sepertinya tidak ada gaungnya, apalagi jejaknya.
Guru SMA bagiku semuanya antik-antik.
Ada guru mata pelajaran ekonomi yang kujuluki bu Nyuk-nyuk, karena jalannya nguncluk, kaya liliput.
Badannya pendek, ipel-ipel, tapi mobilnya Panther. Jadi aku geli kalau beliau naik mobilnya, seperti Ucok Baba mau naik Traktor..*nyuwun sewu njih bu Nyuk2.
Oh, ya, pelajaran Ekonomi buatku adalah pelajaran tersusah, apalagi ekonomi Akutansi...nilai terbaikku adalah.....40! #bravoooo!dor!

Ada juga guru Kimia, si bapak ini (maaf ya pak) giginya pada gingsul 5  biji, alias mrongos.
Tapi tampangnya innocent ga karuan.
Ketika beliau menjelaskan dengan muka polosnya, murid-murid malah sibuk ngobrol.
Padahal menurutku, cara dia menjelaskan itu bikin mudeng loh.
Tapi mungkin tampangnya ga tatapable, jadi kita-kita males liatnya.
Jadi selesai ngajar, biasanya beliau bilang: "sudah jelas ya anak-anak? Jelas beneran loh yaa..."
Terus semuanya koor bareng2: "Hiyaaaaa..hiyaaaaa..paaaaaaaaaaakkkk".
Dan bapaknya ini terus senyum-senyum ceriahhhh, sambil nonjolin giginya yang ngedoff warnanya...eh.

Tapi dari semua guru-guru SMAku ini, ada 2 orang yang paling berkesan buatku.
Yang pertama adalah guru Biologi.
Kami, eh aku sih sebenarnya (aku adalah master pembuat julukan bagi guru-guru dimanapun mereka bercokol dan itu diamini oleh teman-temanku...#jahatbanget ) memanggilnya dengan sebutan Bu Nyamuk karena suaranya ga jelas, gemrengeng alias mendengung kaya nyamuk yang suka mampir-mampir dikuping.
Kaca matanya besar jadi mungkin lebih tepat disebut kaca muka daripada kaca mata, tetapi bedaknya tweballll.
Saking tebalnya itu bedak, sampai kalo beliau menancapkan kaca mata dimukanya , si bedak kesaruk kaya garu sawah alias bajak sedang menggaruk sawah, dan itu bedak ngecap dipinggir-pinggir lensa kaca matanya.
Jadi kalau kaca mata itu dilepas, terlihat bekas bedak yang tertinggal dikaca matanya, dan muka yang terbingkai kotak dengan bagian yang lebih gelap karena bedaknya hilang..wakakakak.


Partner in Crime! :D

Nhah , waktu itu ada ulangan biologi.
Aku duduk sebangku dengan Ratna, teman setiaku dari kelas 1 SMA.
Kami tidak siap  dan belum belajar.
Buru-buru dilaci kita siapin buku diktat biologi untuk bahan contekan.
Jadi kalau mau nyontek, tinggal sret, sudah dibuka halamannya yang membahas materi anatomi dan tulang-tulang manusia , saat itu.
Lagi asyik-asyiknya nyontek, si bu Nyamuk mendekat, jrengggg..jrenggggg.jrenggg!
Buku diktat biologi yang dibawa Ratna ditarik oleh bu Nyamuk, padahal posisi Ratna disebelah kiriku, sedangkan bu Nyamuk disisi kananku, pas depanku.
Terbayang itu buku tarik-tarikan didepan mukaku yang dari tadi juga asyik nyontek .
(Jadi ini kepalaku malah kesana kemari kesana kemari ngikutin arah buku yang ditarik2 dua kubu).
Dengan tampang tak berdosa, itu buku contekanku kujatuhkan dilantai, kemudian kutendang kesamping sejauh-jauhnya bak jurus kuda menyepak  tapalnya, yihaaaa.
Jadi laciku aman dari dicurigai mencontek, karena buku itu sudah meluncur nun jauh ditepi kanan lantai kelas, dibawah bangku temanku yang lain.
Hahaaha, Ratna akhirnya dihukum, dan aku selamet....qiqiqiqi. #jangandicontohyanak!

Kebayang kan, gimana nakalnya kita jaman SMA dulu...hahaha...

Yang kedua adalah guru bahasa Inggris.
Namanya pak Abu Said.
Setiap kali pelajaran bahasa Inggris, pak Abu selalu memberikan nilai tambahan jika ada yang mampu menjawab pertanyaan lisannya dengan tunjuk jari paling pertama.
Disinilah satu-satunya mata pelajaran yang lumayan bisa kuandalkan.
Nilai bahasa Inggrisku bisa dikatakan selalu sempurna.
Mungkin karena aku senang mempelajari bahasa Inggris, jadi cepet nyantol diotakku, baik vocabulary maupun grammarnya.
Alhasil, selalu saja aku yang ngacung pertama kali setiap kali pak Abu memberikan pertanyaan.
Dan beliau selalu bilang, "No...not yiuuuu, the other ones!"
Dia nanya lagi, aku ngacung lagi, sampai dia kezyell!
Abisnya semua juga ga ada yang bisa jawab, udah aku lambat-lambatin, aku juga yang bisa ngejawab pertanyaannya.

Nah, yang paling kusebelin dari pak Abu ini, pelafalan dia ngomong bahasa Inggris itu medok banget.
Aku yang perfectionist jadi gatel kupingnya, kalo denger dia ngomong yang kurang ngebritish gityuh. #sokyegue
Dari semua kalimat yang dia ucapkan, aku paling benci saat dia ngucapin kalimat dengan huruf depan th- seperti thing, thank, throw, thought, dsb.
Bagiku itu harus dilafalkan dengan menjepit lidah diantara gigi dan menariknya kedalam.(you know what I mean, kan?)
In the contrary, beliau malah menyebutnya dengan mengganti pelafalan th- itu menjadi s-!
Jadi kalau ngomong I think, jadi terdengar Ai sing.
Thankyou jadi berbunyi Sengkyu.
Arrrrrggggghhhh....!!!! Oh mY Gosh! #cakar2lidahsapi
(Kupingku keri..gaezzz! #bajindolmodeon)


Akhirnya aku iseng nulis bersama temanku yang lain bernama Bandel (Aku dan Bandel adalah Duo onar pembuat gambar-gambar aneh ketika pelajaran dikelas) menulis namanya jadi Abu Thaid, berkaca pada dia yang dengan semena-mena meng S-kan lafal TH.
Dan saking betenya kita berdua.
Aku dan Bandel membuat gambar dengan tokoh rekayasa yang idenya muncul begitu saja dengan nama Mbah Kathrun (Ingat, th dibaca S yaaa,,sodareeee-sodareee..grrmmh!).
Mbah Kathrun digambar komplit dengan selingkuhan2nya cewek2 sexy dengan pakaian minim yang kita berdua skenariokan.
Jadilah setiap pelajaran, kita berdua (Aku dan Bandel adalah tukang ngegambar), dan 2 orang lagi, namanya Nenen (penyuplai alat-alat warna yang canggih semacam ilustrator, spidol,pensil warna mahal), dan Deny yang ahli bikin pattern baju supaya lebih cetyar menggoda.

Partner in Sketch..haha


Itulah kenapa akhirnya kita bertiga yang suka ngegambar ini jadi lebih nyeni daripada jurusan yang kami masuki ketika kuliah.
Ya, karena kerjaan kita pas sekolah ..nggaaambaaaaarrr muluuuu.qiqiqiq,...
Bandel yang kuliahnya di Fakultas peternakan,sekarang jadi Stylistnya artis-artis macam Dewi Gita, dan dia jadi team wardrobenya OVJ.
Deny kerja di EO dan celeb sekarang..ngomandoin para entertainer .
 Nenen jadi dokter spesialis mata.
Dan aku ngajarin ngegambar dedek2 emezh biar awet muda.
(SILAKAN SIMAK IG koleksi gambarku di @archabellalove , syukur2 difollow tak doain banyak rejeki yaah,..amiiinnn )
Venue  High School Reunion 2017
Venue  High School Reunion 2017
Kumpul (mantan) BOCAH (TUA) NAKAL

Walau bagaimanapun juga...guru-guruku sangat berjasa buat perkembangan mental dan intelektualitasku hingga kini.
Terima kasih Bapak dan Ibu Guru, Engkaulah Insan Cendekia seutuhnya yang tidak bisa kami lupakan.
Mohon maaf atas kesalahan kami semasa sekolah, karena waktu itu kami masih terjangkiti penyakit Abegeh Labil Akut Yey (ALAY).
Semoga kau yang masih ada maupun sudah bersamaNya mendapat kebahagiaan yang hakiki. *kekinian dikit

Akhir kata, SELAMAT HARI GURU buat SEMUA GURU-GURU.
Tanpa kalian, mungkin kebodohan akan lebih banyak merajalela.
Love You....

Guru2 SMA yg telah sangat berjasa menjadikan kami seperti sekarang ini. (dok:Pri)
Partner in life till death do us apart..eaaaa :D








You Might Also Like

18 comments

  1. Wah seru ya cerita masa sekolahnya mbak archa 😀👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ..seseru orangnya ga mbak?
      Mksh ya..sdh mampir

      Delete
  2. Seko penampakane wis ketok premane yaaaa haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal asline kalem bingit loh...#dibalanggentong

      Delete
  3. Replies
    1. Opone sing ngeri...mbakkkkk 😄😄

      Delete
  4. Pasti menikmati banget nih nulisnya, diurai dari SD sampe SMA :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..menikmati masa2 penuh kenakalan yg pingin kuulang lg...eh..😍

      Delete
  5. Ya ampun mbak, ngakak2 ga brenti aku bacanya. Thanks for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaaa...bagian mana mbak..yg bikin ngakak?perasaan lempeng2 aja...hihi.
      Thx for reading yaaa..

      Delete
  6. Ceritane mirip2 denganku...wkwkwk


    ya ampuun,, maafkeun kami bapak ibu guru :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..seumuran...sama badungnya...😅😅

      Delete
  7. Foto ngupilnya kok ga ditampilin sih mbak? :D

    ReplyDelete
  8. Pose ngupilnya perlu di upload mbak biar meyakinkan 😃

    ReplyDelete
  9. Haduh mba archa kisah smp bikin sedih, kisah sma ko bikin gemes..eh..hehe..namanya jg abegeh yaa mba, unique kisahnya kaya di sinetron2 hehe

    ReplyDelete
  10. Sisi usil dan mecicilnya itu masih keliatan sih smape sekarang hahahha

    ReplyDelete
  11. Nano nano banget ya mbak... Ceritanya penuh rasa dan warna.heheh

    ReplyDelete
  12. Ngekek abis baca ini 😂😂

    Emang bakat usil ya Mba Archa *ups

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...