TERAPI GANGGUAN PERNAFASAN DENGAN NEBULIZER

Monday, January 30, 2017

terapi ganggunan pernafasan dengan nebulizer

Sebagai seorang ibu rasanya hidup saya semakin lengkap ketika Tuhan mengaruniai sepasang anak perempuan dan laki-laki . 
Setelah anak saya yang pertama berusia 4,5 tahun , akhirnya Tuhan menitipkan seorang anak laki-laki yang gendut dan menggemaskan. Mungkin karena saat kehamilan anak kedua saya ini, sambil menunggui kakaknya sekolah , saya suka sekali ngemil bakpao. 
Tak heran anak kedua saya ini pipinya mirip bakpao, dan sipit seperti orang Jepang . 


Anak kedua saya ini sama sekali ga doyan susu formula, dia maunya
ASI terus dari sumbernya langsung. Sudah saya belikan dot jenis yang mirip puting payudara ibupun dia tetap ogah. Wah, alamat saya ga bakalan bisa kemana-mana nih, apalagi kerja kantoran, karena dia sangat tergantung pelukan saya. 

Enrico saat umur 3 bulan, berpipi bakpao.
Enrico saat umur 3 bulan, berpipi bakpao.

Bahkan dulu saat nursery room di pusat perbelanjaan belum disediakan seperti sekarang, saya terpaksa masuk ke fitting room alias kamar pas demi nyusuin anak, ga peduli itu pintu diketuk-ketuk orang yang ingin ngepas baju," ..yang penting bayi saya tenang ...bu."☺

 Menginjak umur 7 bulan, dimana Enrico, nama anak kedua saya ini mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan yang masih lunak, masalah mulai menghampiri. 
Bercermin pada kebiasaan yang telah saya lakukan pada anak pertama saya, dimana selalu saya gelontor dengan makanan penuh gizi yang saya masukkan di nasi timnya (salmon, bayam, keju, cakar ayam, brokoli, teri nasi,dll), bukannya semakin gendut dan sehat , malah Enrico semakin kurus. 

Enrico berumur 9 bulan, ganteng yaaah..
Enrico berumur 9 bulan, ganteng yaaah..

Saat umur 1 tahun badannya sudah tidak segempal saat minum ASI eksklusif dulu. 
Stress dan panik mulai melanda saya, karena Enrico tidak mau makan sama sekali. Pernah dalam seminggu, dia hanya makan nasi lunak 1 sendok makan saja! 

Ditambah ibu saya dan ibu mertua selalu bertanya via telepon, sudah makan atau belum Enrico hari ini? Tambah streslah saya, karena susah sekali membuat dia mau makan. 

Nutrisi satu-satunya yang dia dapatkan hanyalah dari ASI saja. Akhirnya saya periksakan ke dokter spesialis untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anak saya.
Setelah melalui pemeriksaan baik melalui laboratorium dan  dilakukan observasi, ditemukan bahwa Enrico menderita alergi cukup akut. 

"Dia menderita 21 macam alergi, antara lain alergi ayam, bebek, wortel, tomat, coklat, makanan dengan zat additif, udang, seafood, jeruk, debu, asap rokok, udara dingin, AC, obat mengandung zat tertentu,dll. "

Waaah, padahal semua itu adalah makanan yang selalu saya berikan tiap hari , pantas saja dia ga mau, karena memicu alerginya semakin parah. 

Dampak yang terjadi adalah , Enrico jadi susah bernafas, karena produksi lendir di rongga dadanya meningkat pesat. 
Saat disuntik imunisasi DPT, akibat alergi yang dideritanya , wajah Enrico menjadi berubah.Hidungnya melesak kedalam, pelupuk matanya bengkak, dan wajahnya jadi tidak menyerupai anak saya sama sekali. 


Alergi cukup parah menyebabkan muka Enrico bengkak dan berubah seketika
Alergi cukup parah menyebabkan muka Enrico bengkak dan berubah seketika.

Yang membuat saya terharu, sama sekali Enrico tidak merengek2 atau menangis, walaupun dia susah sekali melihat dan membuka matanya.
Tetap saja dia bermain-main seperti tidak terjadi apa-apa. 

Akhirnya terapi alergi kami tempuh untuk menyelaraskan gelombang tubuhnya dengan zat-zat alergennya. 
Jadi makanan-makanan tadi tidak dihindari (karena pasti akan membuat dia kurang gizi) tetapi justru dibikin bersahabat dengan pemicu alerginya. 
Lama-lama Enrico sudah mampu menerima makanan yang semula dia tidak bisa menerima.

terapi alergi yang dijalani Enrico tiap seminggu sekali selama 1 tahun, katanya: "Bu, ..Enrico mau jadi Power Rangers dulu yahhh.." 



Fyuhhhh,...lega, ada perkembangan yang cukup berarti dalam pola makannya. 
Walaupun dalam sebulan, beberapa kali dia susah bernafas , dan asmanya kambuh karena produksi lendir yang berlebihan tadi. 



Terus apa hubungannya Alergi dengan asma? Dapatkah alergi menyebabkan asma? 

 Menurut dokter, alergi dan asma sering terjadi bersama-sama. 
Reaksi alergi yang berasal dari debu dan polusi juga dapat memicu gejala asma, termasuk juga alergi makanan yang diderita Enrico dapat memicu serangan asma yang disebut asma alergi. 
 Reaksi alergi terjadi ketika ada zat berbahaya seperti serbuk sari , polusi, makanan, pencetus alergi  yang menyerang antibodi. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti pilek, kulit menjadi gatal-gatal dan hidung tersumbat. 
Reaksi alergi yang mempengaruhi saluran udara, memicu gejala asma juga. 

Sepertinya partikel udara yang asing semakin memperparah gangguan pernafasan pada Enrico. Dari hasil konsultasi dengan dokter, alergi akan berangsur-angsur hilang setelah anak berusia 12 tahun keatas. 

Jadi pengobatan untuk saat ini kurang efektif karena masih dalam tahap mengoptimalkan fungsi metabolisme tubuh. 
Beruntung dia tahu sendiri kalau ada yang menawarinya coklat , Enrico selalu menolak, daripada dia kesulitan bernafas. 
Alhasil dia tidak pernah makan makanan berMSG, kripik-kripik pabrikan, crackers dan snack semacamnya, karena dia tahu efeknya akan menyulitkan dia. 

Ketika asmanya sedang kambuh, biasanya disertai dengan keringat dingin disekujur tubuh seperti habis mandi.
Susah tidur dan hanya bisa duduk sambil “aduh-aduh” dan rongga dada dibawah tulang iga tampak cekung. Dia berusaha mengambil nafas sekuat tenaga, tetapi tetap saja oksigen terhambat masuk ke paru-parunya. Ketika diperiksa memakai stetoskop, istilah dokternya "Dadanya rame..." yang berarti produksi lendir atau bronkitisnya kambuh.

Jika gejala itu terjadi, biasanya saya langsung membawanya ke Rumah sakit untuk terapi inhalasi  dengan menggunakan alat bernama nebulizer.(Biasanya setelah dinebulasi/diuapi, Enrico bisa tidur nyenyak).






Daripada harus bolak-balik ke RS, saya disarankan untuk memiliki Nebulizer sendiri dirumah.

Nebulizer adalah alat terapi pernapasan yang banyak dianjurkan oleh para ahli terapi kesehatan atau dokter. 
Alat ini cocok digunakan untuk pasien yang memiliki gangguan pernapasan seperti: Asma, Bronkitis akut, penderita alergi yang menderita penyempitan pernapasan ketika kambuh, atau pasien dengan gangguan pernapasan lain. 

 Cara kerja Nebulizer atau alat terapi  gangguan pernapasan ini adalah dengan mengubah cairan obat menjadi uap sehingga mudah dihirup pasien melalui sistem pernapasannya. 
 Lumayan menyita waktu juga  sih jika  Enrico harus ke RS untuk nebulasi, apalagi biasanya gejala sesak nafasnya timbul saat tengah malam, dan sekali dinebulasi berkisar 50-70 ribu rupiah.
Akhirnya saya berinisiatif untuk membeli alat nebulizer sendiri. 

Pilihan saya jatuhkan ke merk OMRON Nebulizer karena banyak yang merekomendasikan, gampang pemakaiannya,mudah dibawa kemana saja, tidak berisik dan sama dengan yang dipakai di Rumah Sakit. 
Saya membeli Nebulizer Omron type NE-C28 yang harganya sekitar 700 ribuan. 

Dus pembungkus OMRON NEBULIZER NE-C28. (Dok:pribadi)
Dus pembungkus OMRON NEBULIZER NE-C28. (Dok:pribadi)

Isi OMRON NEBULIZER NE-C28. (Dok:pribadi)
Kelengkapan  OMRON NEBULIZER NE-C28. (Dok:pribadi)

 Omron Nebulizer NE-C28 menggunakan katup tanpa silikon berteknologi V.V.T (Virtual Valve Technology) agar uap obat yang dikeluarkan alat bisa lebih efisien. 

Teknologi ini juga membuat Nebulizer lebih aman dan mudah digunakan tanpa harus didampingi oleh tenaga ahli kesehatan. 

Terus apa kelebihan V.V.T? 
Tidak seperti Nebulizer konvensional yang menggunakan katup dengan silikon, Omron Nebulizer NE-C28 menggunakan katup berteknologi V.V.T yang tidak menggunakan bahan silikon. 
  • Katup tanpa silikon membuat alat ini aman digunakan karena tidak akan tergigit atau tertelan. 
  • Katup tanpa silikon juga membuat Mouthpiece tidak mudah kotor sehingga bisa mengurangi kemungkinan masalah infeksi.
  •  Katup V.V.T dapat mengefisienkan uap obat yang dikeluarkan dari Nebulizer. 
  • Katup virtual V.V.T akan terbuka dan menutup secara otomatis mengikuti irama pernapasan penggunanya. 
  • Dengan begitu, Omron Nebulizer NE-C28 juga dapat menghemat obat nebulasi karena tidak ada uap obat terbuang percuma ketika Anda tidak sedang menghirupnya. 

 Resepnya tentu saja harus dalam panduan dokter spesialis. Tidak boleh sembarangan, karena tiap anak memiliki dosis tertentu. Menurut anjuran dokternya Enrico, tidak boleh dalam sehari lebih dari 3x dinebulasi, langsung saja dibawa ke Rumah sakit agar bisa ditangani lebih lanjut. 
Untuk anak kok coba-coba..cling! *halah

Ini obat yang biasa diberikan untuk Enrico,dengan dosis tertentu. 


 Keunggulan lain dari katup V.V.T adalah mampu mengurangi sisa obat atau limbah pada tangki penampung cairan obat. Karena tidak ada limbah obat, maka kita bisa membersihkan tangki penampung cairan obat dan komponen Mouthpiece dengan mudah. 

Bahan Polypropylene yang digunakan Omron NE-C28 membuatnya mudah dibersihkan.
Tau sendiri, untuk anak pastilah harus hati-hati merawat benda-benda yang berkaitan dengan kesehatannya, bisa-bisa tambah parah jika sembrono. 


Jika pelupuk mata bawah sudah mulai menggelap, itu tandanya Enrico sedang kambuh asmanya
ada 2 cara, bisa menggunakan masker atau mouthpiece seperti ini.

 Cara Menggunakan Omron NE-C28 

Cara menggunakannyapun sangat mudah sekali: 
1.Bersihkan dulu Nebulizer Kit, Mouthpiece, Nosepiece, atau masker sebelum menggunakannya. 2.Jangan miringkan Nebulizer Kit lebih dari 45 derajat karena bisa menumpahkan cairan obat di dalam tanki obat 
3.Nyalakan alat Nebulizer. 
Saat kompresor menyala dan mulai menghasilkan Aerosol, Anda bisa langsung menghirup uap obat
4.Setelah selesai matikan kembali alat Nebulizer. 
Pastikan cairan obat sudah habis atau keringkan tanki penampung obat dari sisa cairan sebelum Nebulizer Kit disimpan. 

(Disediakan 2 tipe masker, yang besar untuk dewasa, yang kecil untuk anak-anak)


Jangan kuatir, ada buku panduan didalamnya untuk dipelajari, atau untuk lebih jelasnya , bisa disimak video cara penggunaannya berikut ini:



Sekarang saya sudah tidak sepanik dulu lagi jika menghadapi Enrico sedang kumat sesak nafasnya. Cukup keluarkan Omron Nebulizer, pasang dengan diteteskan obat yang sudah diresepkan oleh dokter, hirup sekitar 15 menitan. Anak bisa tidur nyenyak deh...




Enrico ( memakai sweater abu2) ceria bermain dengan saudara2nya saat kabut pegunungan sedang turun dan dingin
Beberapa waktu lalu kami berlibur kedaerah pegunungan dengan hawa yang sangat sejuk dan bisa saja memancing gejala sesak nafas Enrico kambuh.
Tak lupa saya bawa 1 tas Omron Nebulizer untuk berjaga-jaga. Lumayan ribet kalau harus turun gunung untuk mencari Rumah Sakit yang melayani terapi inhalasi. Untung saja kemarin sesak nafasnya ga kumat.

Praktis , mudah dibawa karena ukurannya yang tidak terlalu besar, serta  ekonomis daripada harus bolak-balik ke RS dengan waktu yang susah diprediksi. 
Memang suasana gembira, tanpa beban membuat kita dan khususnya anak-anak tidak mudah stres yang sangat mempengaruhi kondisi fisiknya , apalagi alergi yang rentan datang sewaktu-waktu.
Omron nebulizer yang gampang dibawa kemana-mana
Omron nebulizer yang gampang dibawa kemana-mana. (Dok:pribadi)

Jika anda punya pengalaman saat anak atau keluarga anda mengalami gangguan pernafasan, share saja di kontes blog dengan tema “OMRON Nebulizer, Partner Terbaik Untuk Mempermudah Terapi Gangguan Pernapasan.” Hadiahnya total 10 juta rupiah loh!  
Klik saja http://omron-nebulizer.com/blog-contest untuk keterangan lebih lanjut.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Omron Nebulizer, 
"Partner Terbaik Untuk Mempermudah Terapi Gangguan Pernapasan"


You Might Also Like

11 comments

  1. Ya Alloh mbaa sama suamiku nih, kata mertua pas asmanya kambuh mukanya bengkak2 gitu. Sehat2 ya Enrico. Moga ga kambuh lagi asmanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mbak.
      Gejalanya sama yah..
      Sekarang sdh mendingan kan suamimu?
      Amin..semoga makin hari makin hilang tuh alergi...

      Delete
  2. Mbak, skrg enrico masih alergikah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti mbak.alergi tidak bisa hilang katanya,tapi berangsur2 tidak separah dulu. Sekarang dia suka udang pakai banget,reaksinya wajah sdh ga jadi bengkak2 kaya dulu . Makanan semua masuk,tapi hrs waspada juga,ada kalanya dia kecolok makanan alergen...langsung kumat dah sesak nafasnya seharian...

      Delete
  3. Wahhh sehat trs ya enrico sampai besar nanti. Tante jg ngalami flek sejak bayi jd ngerti jg gmn rasanya.. enrico hebat deh ga pernah ngeluh.. semangattttt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Makasih doanya..tante.
      Semangat terus!

      Delete
  4. Wah nebulizer kita sama mbak. Reaksi alergi beda2 ya mbak kalo nadia alhamdhulilah ga sampe bengkak mukanha tp klo makan yg ada MSG ato pewarna lgs muntah n sesek.
    Moga2 enrico sehat2 trs ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.
      Iya mbak..Omron type ini ternyata banyak disukai ya..
      Jadi aman nih..makanannya sehat .bebas MSG..

      Delete
  5. Enrico bener2 anak yg hebat Mbak. Moga sehat terus ya, anak2 memang luar biasa. Fotonya pas pipi bakpao lucu banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin..makasih mbak.
      Sekarang makannya banyak,tapi susah gendut krn alergi itu.

      Delete
  6. semoga nggak kambuh lagi ya asma nya

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...