MAHIR BERBAHASA INGGRIS DI DESA BAHASA BOROBUDUR

Friday, September 30, 2016


Saya itu sangat mengagumi orang yang bisa berbahasa asing, bukan bahasa makhluk asing alias E.T (Extra Terestrial) loh..halahhhh.
Sebagai orang yang cuma bisa berbahasa Jawa dan Indonesia , dicampur Inggris dikit-dikit, membuat saya jadi belepotan kalau mau ngomong sama orang, even orang sebangsa setanah air sekalipun.

Pernah ada pengalaman, waktu itu saya sedang ke sebuah mall di Jogja.
Kebetulan di Mall tersebut
sedang mengadakan pameran budaya dan kerajinan yang memang isinya hasil UKM masyarakat setempat.
Ada seorang bapak yang menunggui stand batik ,usahanya sendiri.
Biasalaaah, tips jitu ibu saya yang kuajak kesana adalah menggunakan bahasa setempat alias bahasa Jawa alus yang memang ibu kuasai, dengan maksud mendapat harga lebih murah..haha..alias bisa nawar. (noted!)

Nah, ...pingin juga dong dapat kain batik murah, pecinta batiiiikkk...mau beraksi!
Apa daya, bahasa jawaku belepotan, campur aduk ga karuan, campur-campur dengan bahasa Indonesia, ngoko kromo mawut yang dalam bahasa Prancis disebut :nggilani...hhhh :(
Sampai-sampai si Bapak itu menanyakan kepada Ibu saya, " Tiyang pundi to bu, larenipun..?"
"Grrmmhhh..syem ik!" *ngunyah canting. :(

Beruntung, hari Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 24 September 2016, saya dicolek oleh Komunitas Blogger Gandjel Rel untuk berwisata sekaligus mengedukasi kemampuan berbahasa , terutama bahasa Inggris.

Ternyata, disana bukan hanya program bahasa Inggris yang diajarkan, ada 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan bahasa Inggris. Wahhh..kloplah, ini yang saya cari!



Suasana alam yang hijau dan ramah menyambut kedatangan kami

Bus yang kita tumpangi sampai diDesa Ngargogondo, Dusun Parakan, Magelang, sekitar 3 Km jaraknya dari Candi Borobudur.Wajah-wajah ceria mengiringi perjalanan kita, tidak sabar untuk having fun di Desa Bahasa Borobudur.
Rumah-rumah penduduk yang asri berderet seperti menyambut kedatangan komunitas blogger Gandjel Rel.
Sampai disana, kita disambut dengan ramah para karyawan Desa Bahasa.
Uniknya, sebelum masuk ke areal Desa Bahasa, kita digiring untuk menelusuri mini labirin ..haha..seru juga :D

Woaaa, takjub melihat Gazebo bambu dengan tulisan besar DESA BAHASA BOROBUDUR didepan mata, dengan lapangan cukup besar dan hijau.
Urat selfie sepertinya sayang buat dianggurkan disini..hahaha
Apalagi disana kita disambut dengan merdunya alunan musik tradisional dan lagu-lagu ngehits  oleh grup musik binaan desa bahasa, benar-benar bikin kerasan dan  sukses menghilangkan penat.

Mr. Hani Sutrisno sebagai founder dari desa bahasa Borobudur ikut menyambut kedatangan para blogger dengan antusias dan penuh keramahan, didampingi oleh mas Tepe (Tri Prasetyo) , Pemimpin Redaksi Gradien Mediatama dan Indonesia Tera.
Langsung saja teman-teman menyerbu lokasi sambil jeprat-jepret ,mengabadikan suasana desa bahasa dengan Kafe Tiga Bahasanya yang baru dibuka Juli kemarin. Disebut Tiga bahasa karena memang konsepnya mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Inggris yang saya sebutkan tadi diatas.

Sambil duduk di Gazebo, leyeh-leyeh, kita disuguhi makanan khas "ndeso" yang rasanya ngangenin banget dan cocok dilidah "ndesoku" karena sudah jarang kucicipi dikota.
Ada mendoan lengkap dengan sambel kecapnya, dicocolin...aahhh..syurga duniaahhh..(aku habis banyakkk..ups! :P).
Ada cenil berwarna hijau dan pink yang kenyil-kenyil, unthuk cacing yang kriuk2 manis gurih, bolu emprit yang rasanya mirip geplak jogja dan kletikan2 lainnya. (kenapa aku antusias banget yah kalo ngomongin makanan? Dasar!)

Mendoan dan Cenil paduan serasi asin dan manis
Bolu emprit dan Unthuk cacing yang otentik khas desa borobudur

Mr. Hani Sutrisno lahir di Magelang ,4 Agustus 1974.
Pria beristrikan Ani Faizah yang telah dikaruniai 3 orang putra ini merintis Desa Bahasa Borobudur sejak tahun 1998.
Beliau bercerita lewat video dan slide yang diputar kemarin, tentang masa kecilnya.
Ada video langka yang dikirimkan oleh orang asing, bagaimana Mr. Hani kecil sedang melayani turis Jepang dan Amerika di Candi Borobudur.
Dia menawarkan postcard yang dijualnya dengan bahasa Inggris sepengetahuannya.

"Buy me, sir...buy me ,sir"
Hahaha,...  padahal jika diterjemahkan , artinya: "Beli saya, pak...beli saya pak..."
Akhirnya cara komunikasi Hani kecil yang diplesetkan pak Hani sekarang sebagai madu (honey), dikoreksi oleh mahasiswa bahasa Inggris menjadi "Buy my postcard ,sir".
Dengan pengalamannya sebagai guide di sekitar Candi Borobudur, setelah menamatkan sekolah di IKIP PGRI Wates , Yogyakarta dan bekerja di Bandung, Mr. Hani mendirikan Desa Bahasa disekitar Borobudur untuk mengedukasi masyarakat setempat agar tidak takut untuk berbahasa Inggris.
Niat mulianya untuk mengajarkan bahasa Inggris secara gratis bagi warga sekitar telah membawa Mr. Hani bertemu Andi F. Noya dengan mengundangnya di acara KICK ANDY, Metro TV pada tahun 2007. Stasiun TV yang lain juga pernah mengundang beliau, seperti RCTI, SCTV, Trans7, TPI, dll.
Bahkan Desa Bahasa Borobudur yang diresmikan oleh Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA (Mantan Menteri Pendidikan Nasional RI 2004-2009) ini juga disambangi oleh tokoh-tokoh penting dari dalam dan luar negeri , seperti bp. Dahlan Iskan yang kala itu menjabat sebagai Menteri BUMN, dan pernah diliput di Media Cetak (Suara Merdeka, Kompas, Sindo, Majalah Tempo, Jakarta Post,dll).


Acara yang bertemakan ENGLISH REVOLUTION ini digagas oleh Mr.Hani dengan tujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran secara mudah ,cepat dan menyenangkan.
Kita pasti pernah merasakan , betapa boringnya memahami pelajaran disekolah-sekolah formal, mungkin karena gurunya garing, tidak komunikatif dan bikin ngantuk. (curcol banget)
Disini, kita diajak untuk bertamasya intelektual dengan merasakan sensasi belajar yang berbeda.

Mr. Hani mengkombinasikan cara belajar bukan hanya dengan hafalan serta analisis saja, tetapi juga lewat lagu, gerakan tubuh dan materi sederhana tetapi mudah dipahami. Komposisinya adalah 90% Praktik, dan 10 % Teori sehingga kita tidak akan bosan selama pembelajaran berlangsung.

Beberapa pemuda sekitar juga direkrut Mr. Hani untuk diajari dan selanjutnya dibina menjadi tenaga pengajar di desa Bahasa. Beberapa diantaranya Mas Miftah dan Mas Abdul yang usianya masih 20 tahunan tetapi sudah mahir mengajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.

Mr. Hani dan mas TP launching buku baru dari penerbit Indonesia Tera
Saya sempat kecipratan buku gratis dari Mr. Hani gara-gara disuruh menirukan kalimat "Tukijo and Tukiyem tuku tahu and tempe" dalam logat Cincya Lawrah...haha. Menjadi "Cukijo and Cukiyem Cuku Cahu and Cempe"...kikikik..mayaaannn dapat buku TOEFL dari Penerbit Gradien gara-gara mirip Cincau eh Cinta Laura...:D

Acara diawali dengan Sambutan dari Mr. Hani atas kedatangan komunitas Gandjel Rel, yang kemudian diiringi ucapan terimakasih dari  Dewi Rieka selaku kepala suku blogger.
Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan buku terbaru Mr. Hani berjudul "6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris ala Desa Bahasa Borobudur" yang kemudian dibagikan secara gratis kepada seluruh peserta. Yihaaaaa..terimakasih Mr. Hani, plus tanda tangan tentunya.
Ternyata Mr. Hani sudah menelorkan beberapa buku loh!

That is it! Gimana saya ga mupeng..pengen  dikasih eh beli semuanyaaahhh! #kalap




Mas Miftah yang full of smile dan friendly mengantar para peserta berkeliling ke Desa Borobudur yang digunakan untuk tempat belajar .

Kita diperlihatkan rumah-rumah yang digunakan untuk homestay para peserta Program bahasa.
Rumah yang asri dan bernama sayur-sayuran itu terasa nyaman dan tentram. Ada dua homestay yang kita lewati, yaitu Carrot (Wortel), dan Bean Sprouts(Tauge).Pantas saja banyak sekali sekolah-sekolah baik di Jogyakarta,Jawa Tengah dan sekitarnya bergabung untuk mengikuti Program di Desa Bahasa demi merasakan keramahan khas Desa Bahasa.

(Info penting nih, Selain untuk belajar bahasa inggris, ternyata Desa Bahasa Borobudur juga mengajarkan boso jowo kromo .Rencananya pertengahan tahun 2017, akan dibuka kursus bahasa mandarin juga. Semoga sukses dan lancar Mr. Hani!)


Mas Miftah- penampakan homestay dan suasana belajar di Desa Bahasa Borobudur
Kemudian kita dibawa memasuki ruang kelas yang riuh dengan suara peserta program sedang  mempraktekkan belajar bahasa Inggris melalui nyanyian dan gerakan tangan. Rasanya tidak sedang belajar, tetapi nyantol dengan cepat loh setelah kita praktekkan kemudian!


Ini dia suasananya, Check this out!

Paket yang bisa dipilih antara lain:
A.Paket Reguler (English conversation regular program).
 Lama Pendidikan : 20 hari. Durasi : Senin s/d Jumat (15.00 – 17.00). Level : First, Second, Third.

B.Paket Eduwisata. (Terbagi dengan eduwisata pertama dan lanjutan) Edukasi dan Wisata.
Lama pendidikan : 6 hari atau 10 hari. Durasi : 08.00- 17.00. Extra durasi : 19.00 – 21.00.

Paket Eduwisata pertama memiliki keunggulan: 
  • Mengisi Liburan sambil belajar bahasa Inggris.
  • Belajar Super Intensive and Fun.
  •  Hanya 6 hari bisa cas-cis-cus dan lebih baik dari pada 3 tahun disekolahan.
  • 500% lebih mudah, cepat dan menyenangkan.
  • Cocok bagi anda yang ingin cepat mahir bahasa Inggris secara aktif.
  • Sangat cocok untuk pemula atau dari "NOL" Banyak praktek dan sedikit teory ( 98% Praktek dan 2% Teory )
  • Praktek dengan Turis asing sangat dekat di Candi Borobudur hanya 10 menit dari Desa Bahasa. Investasi belajar dan pendidikan yang terjangkau.
  • Pendiri sudah berpengalaman di lembaga bahasa Inggris lebih dari 17 tahun.
  • Banyak pendampingan untuk peserta kurang mahir sehingga jaminan mahir lebih tepat waktu dan cepat.
  • Dipercaya oleh Perusahaan skala Nasional dengan Garansi mengulang Paket Regular level 1 bagi anda yang tidak bisa atau belum puas
 Paket eduwisata lanjutan ini adalah paket khusus untuk anda yang sudah pernah merasakan kedahsyatan paket Eduwisata 1 dan ingin merasakannya lagi.
 Perbedaannya adalah dalam segi materi lebih menantang, karena materinya adalah materi high class. Jadi jika anda sudah mengikuti program ini, anda sudah bisa disebut sebagai Super Master English. Dan yang kedua adalah Fasilitas dan paket liburannya, untuk liburaanya akan ada 2 pilihan, yaitu ke Yogyakarta dan Karimun Jawa .

C. Program Spesial Ramadan Pesantren Kilat bersama Pesantren Desa Bahasa.
 Ditujukan bagi orangtua yang bingung memikirkan untuk mengisi liburan Ramadhan, mau kemana dan mau diisi aktivitas apa,bisa bergabung di Program Pesantren Kilat di Desa Bahasa Borobudur 6 hari atau 10 hari.

NILAI LEBIH " PESANTREN KILAT " 
 1. Belajar super intensive
2. Makan 2 kali setiap hari (buka puasa dan sahur)
3. Home stay
4. Ngabuburit sambil menghafal 99 Asmaul Husna bersama artinya Indonesia dan Inggris .
5. 3 Buku English Revolution & Modul Asmaul Husna
6. Hunting Turis Di Candi Borobudur dan sekitarnya
7. Kuliner khas Magelang 8. Menghafal Juz 30
9. Cas-cis-cus di Kedai Desa Bahasa
10. Pendampingan cas-cis-cus malam hari
11. Pidato Bahasa Inggris ( Program 10 hari )
12. Pronounciation
13. Bonus teraphy peningktan kecerdasan
14. Fun English by angklung music
15. Outbound
16. jiwa kemandirian terbentuk

Begini nih untuk lebih jelasnya: 


Hari ke 1 : first pronouns, adjectives, question words, memorize of 16 tenses, greetings ,partings, dan singing a song.
 Hari ke 2 : irregular verbs langsung praktek ke tempat kerajinan gerabah sembari menaiki dokar, family, relatives, ordinal number, noun words, place&buildings, direction dan introducing.
 Hari ke 3 : how to practice with foreigner langsung praktek dengan turis di candi Borobudur, things in the class and at school, daily activities things in the bedroom dengan merapikan tempat tidur di homestay.
 Hari ke 4 : Things in the office, simple present tense, parts of body, simple past tense.
 Hari ke 5 : simple future tense, present continuous tense sesuai video bonus prakteknya, shopping in supermarket langsung di Mall Artos Magelang.
 Hari ke 6 : present perfect tense dan rafting vocabularies dengan praktek rafting petualangan di sungai Elo.
 (Jadwal bisa berubah, Biaya Rp 6.000.000, jika mendaftar 10 hari sebelumnya , hanya membayar Rp 3,500.000 ,sudah termasuk fasilitas menginap dihomestay, dan makan 3x sehari).




Setelah puas berkeliling ruangan satu persatu, ternyata waktu sudah menunjukkan tengah hari.
Perut sudah mulai ndangdutan...hasyah...
Kita kembali ke Kedai Tiga Bahasa.
Disana sudah menanti makanan yang cleguk banget, dan menggoda jakun naik turun.. (hoi..!lu bencong punya jakun?).
Ada nasi panas-panas komplit dengan sajian Mangut Beong, sejenis ikan lele yang galau, patin juga bukan..arhghhh..pokoknya endez markundezzz dah! Pedes seger gurih...slurrph!
Plus sayur trancam, jamur crispy, krupuk , cocok banget dihidangkan bersama teh anget tawar panas-panas. (disediakan gula sih, tetapi kan saya sedang mengurangi gula, ntar terlalu manis penampakannya..jadi ga enak..ah #toyor) :P
Apalagi mendung sudah mulai menggelayut , menambah hasrat untuk nambah...qiqiqiqi..hush :P

Bagaimana tidak tergoda melihat makanan ini...awww..mouth watering!

Seusai menikmati santap siang, diiringi hujan gerimis, kita pindah ke gazebo Kafe Tiga Bahasa.
Disana kita diajarkan keseruan belajar bahasa Inggris ala buku Cas Cis Cus 6 Hari karya Mr. Hani tadi.
Peserta yang semula ngantuk jadi melek, karena gerakan-gerakan kocak dalam mempelajari 16 tenses bahasa Inggris dan metode-metodenya bikin ngakak terbahak-bahak.
Mas Abdul memang pintar membawa suasana sehingga materi dapat diserap dengan baik.

Peserta juga dituntut untuk saling berinteraksi dengan peserta lain melalui conversation dasar seperti "What is your name?","Where Do you live" dan seterusnya yang diakhiri dengan saling memberikan paraf .

Setelah hujan mereda, para peserta berkumpul ke area lapangan untuk bermain Games.
Benar-benar melatih untuk konsentrasi dengan aba-aba dalam Bahasa Inggris dipandu oleh Mas Miftah ,sedangkan mas Abdul bertugas mencoret pipi peserta dengan gincu merah ngejreng jika salah menerima instruksi.
Benar-benar seru dan penuh canda tawa. Apalagi melihat Mas Eko, leader kelompok saya yang wajahnya coreng moreng penuh goresan gincu gara-gara sering salah menerima instruksi..wakakak.
Diakhiri dengan lomba bakiak raksasa yang bikin nafas uzur saya putus..hadewwwhhh...
Walaupun sempat tersungkur gara-gara hilang keseimbangan , tetapi puas banget tertawa.. :D

Salut untuk para karyawan Desa Bahasa yang piawai membawa suasana sehingga peserta benar-benar relaks dan lepas. Angkat topi untuk Mr.Hani dengan metode pembelajarannya yang keren abis!

Sekuat tenaga menahan tawa , gara-gara tidak boleh nampak giginya ketika bermain.

Benar-benar pengalaman berharga berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur.
Agak menyesal juga tidak mengajak anak-anak gara-gara sekolah.
Pokoknya ini akan jadi agenda wajib jika liburan nanti.

Acara ditutup dengan berfoto bersama Mr.Hani dan seluruh peserta.
Terimakasih Mr.Hani yang sudah menyediakan sarana dan tempat kami berwisata sekaligus menimba ilmu .Terimakasih untuk Mas Tepe yang sudah memfasilitasi sehingga acara kemarin berlangsung lancar dan berkesan.
Saya yg cuma sehari saja disana benar2 merasakan pembelajarannya asyik, so much fun serta nyantol diotak.

Ini video yang bisa saya rangkum dalam acara kemarin. Dijamin kalian ikut bahagia seperti yang kita rasakan.


 "YOUR GOAL IS NOT TO SPEAK 'PERFECTLY' . YOUR GOAL IS TO COMMUNICATE IDEAS,INFORMATION AND FEELINGS IN A CLEAR AND UNDERSTANDABLE WAY" (Desa Bahasa Borobudur).
Wefieeeee...!

Untuk informasi lebih jelasnya, silakan hubungi:


Desa bahasa Borobudur 
Website: http://www.desa-bahasa.com/
ALAMAT:
Parakan ,RT. 02 / 02 Ngargogondo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 56553
 Contact Person : Indosat : 0857 1206 9998 (whats app)
Simpati : 0812 1573 2245 XL : 0878 3429 4749 (whats app)
 Email : desabahasa@gmail.com

You Might Also Like

23 comments

  1. mba archa, aku sekarang inget mba lho kalau mbaca "Cukijo dan Cukiyem Cuku Cahu dan Cempe", logat nya khas banget..hihi..beneran mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..khasnya gimana mbak...haha
      #penasaran

      Delete
  2. Waduh, kok yo diceritain nek aku yang paling banyak dapet coretan. Isin aku :D
    Btw, seru banget ya di sana. Salut sama Mr. Hani yang udah menelurkan cara belajar Bahasa Inggris yang revolusioner seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ...iya mas. Seru banget...

      Delete
    2. Makasih atas ucapan selamatnya ya, Mbak :)
      Gak nyangka aku kepilih. Hihihi.

      Delete
  3. di Pare Kediri juga ada kampung english, bisa jadi serupa dengan kampung ini ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda mas. Kalau di kampung pare ada 100an lebih tempat belajar bhs inggris yg dikelola berbeda2 org.
      Kalau disini hanya 1 saja milik mr.Hani jadi metodenya seragam.

      Delete
  4. Asik banget metode pembelajrannya liburan sambil belajr biar bisa cas cis cus bahasa inggris. Sudah terbukti efektif juga ya mba..
    Aku suka bgt quotenya, "YOUR GOAL IS NOT TO SPEAK 'PERFECTLY' . YOUR GOAL IS TO COMMUNICATE IDEAS,INFORMATION AND FEELINGS IN A CLEAR AND UNDERSTANDABLE WAY" bener2 salut dg Mr Hany..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyup. Mmg asyik tp playfull mas.
      Quotenya bikin termotivasi utk berani bicara.
      Kapan2 datang saja buat mencoba...

      Delete
  5. wah keren nih...tapi 6 hari yak yang paling sedikit. Wah, yang jauh dan orang kerjaan agak susah juga yak, harus cuti.. tertarik juga buat anak2 nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok sehari kunjungan kaya kita2 ini. Coba hubungi desa bahasa deh,spy dijelaskan lbh gamblang .

      Delete
  6. Wakakakakkk, itu cukijo lagi beli cahu kagak pulang-pulang^^

    Seru banget emang ya, senengnya juga karena belajar dan bermain jadi nggak berasa waktu cepet banget berlalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak ...jd pengen piknik lg euyyy

      Delete
  7. Replies
    1. Tosshh! Sista..
      Ketemu mas Miftah atau Abdul? Eh

      Delete
  8. Asli ngakak pas yang ini:

    "Perut sudah mulai dangdutan... hasyah!"

    Maafkeun, gagal fokus. Xixixi..

    Metodenya inovatif dan efektif, sepertinya, kakaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti sering yaaah...ndangdutan? Hayo ngakuuu..:p
      Iyup..nyantol bgt nih...ga lupa mpe skrg
      ..

      Delete
  9. Tempatnya asyik ya mbak, belajar bahasa Inggris lebih mudah karena langsung praktek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul nih mbak.
      Mau kesana lagi pokoknya suatu ketika..

      Delete
  10. Aku baca tulisan ini sambil senyum-senyum lho mbak, membayangkan keseruan kalian kemarin ketika sesi outbond bahasa Inggris di lapangan. Jika boleh kuibaratkan begini : "Ceritamu renyah seperti bolu emprit. Penyajianmu hangat seperti mendoan. Dan videomu unyu seperti cenil, hahahahahaha........". Maturnuwun dan sukses selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woaaa..disinggahi empunya gawe..euyy..#sapu2teras.
      Makasih mas Tepe jamuan dan persahabatannya. Sangat membuat kami nyaman dan tersanjung "diuwongke" begitu rupa.
      Sukses jg untuk Indonesia Tera,Gradien dan kehidupannya.amin

      Delete
  11. Unik dan menarik.
    Bagaimana dengan biayanya ya, kira-kira ada di kisaran berapa ya Mbak?
    terima kasih

    ReplyDelete
  12. Ada kok mas,saya cantumkan dibawah program hari pertama dan seterusnya diatas. 3,5 jutaan perpaket sdh termasuk menginap dan makan 3x sehari.

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...