TIPS MENULIS GADO-GADO FEMINA DAN TULISANKU

Friday, April 01, 2016




Tulisan ini telah berhasil mengantarku menjadi finalis SAYEMBARA FEMINA WRITING COMPETITION bertema SIMPLE KINDNESS bekerjasama dengan BTPN SINAYA dan TENUN WIGNYO RAHADI.



                                                                  ENGKONG
                                                                   (by Archa Bella)


   Hari ini matahari menyengat sangat terik, peluh menetes dipelipis, membasahi busa helm saya. Sambil mengendarai motor menerobos kepadatan lalu lintas, pikiran saya melayang. Kondisi finansial saya sedang memburuk sangat drastis, hingga yang tertinggal hanya harapan dan doa-doa yang tak pernah putus. Usaha kami sedang surut, proyek-proyek yang biasa saya dan suami tangani mandeg sampai waktu yang susah diprediksi akibat ekonomi dunia yang memang sedang kacau.
       Aset satu persatu sudah mulai dijual untuk mencukupi kebutuhan. Seusai ke bank untuk reskedul pembayaran cicilan kartu kredit yang kian mencekik leher bunganya, saya menyelusuri jalan Dr.Soetomo yang ramai, sejuta pikiran berkecamuk, darimana bisa saya peroleh uang untuk kebutuhan bulan ini,
barang apalagi yang harus saya jual? Jalan Dr.Soetomo penuh sesak.
 Apalagi didepan sekolah yang bersebelahan dengan gereja Katedral itu tidak pernah sepi dari lalu lalang orang menyeberang, dan kendaraan yang mengular berjejalan keluar masuk areal sekolah. Didepan kios-kios bunga Kalisari, dari halte bus , saya melihat ada sesosok lelaki renta berpegangan besi berkaki tiga yang digunakan untuk menyangga tubuhnya.

Dari kejauhan tangannya sibuk melambai-lambai. Saya pikir dia mau menyeberang. Sedikit miris melihatnya, karena jalannya tertatih-tatih, hampir berada di seperempat badan jalan , tapi tidak ada satupun orang yang hirau padanya. Saya takut kalau-kalau “bresss!!” tersambar bus, karena banyak orang disana, tetapi semua cuek dan berlalu. Saya hentikan motor, memarkirkan ditepi jalan, tepat didepan penjual pot dan pupuk,lalu melepaskan helm. Saya dekati lelaki renta itu. Umurnya kira-kira 80 tahun, orang Tionghoa, gurat ketampanan masih tersisa diwajahnya.
"Engkong, mau nyebrang?" , saya tepuk bahunya lembut.
Lelaki ini menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengibas-ngibaskan tangan ke kupingnya.
Ternyata dia tuli, bisu pula, dan sepertinya pernah stroke, sehingga jalannya sangat lamban sekali, bungkuk dan tersendat-sendat apalagi membawa kruk kaki 3.
 Saya bingung, apa mau si kakek ini? Saya melakukan gerakan-gerakan tangan seperti pantomim, menanyakan maksudnya. “Gimana ya komunikasinya?” batin saya sambil menggaruk-garuk kepala. Si Engkong mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan menuliskan nama sebuah bank di Jalan Pemuda.

Kemudian saya balas menulis dikertasnya. "Taxi?" Si kakek mengibas-ngibaskan tangannya lagi sambil menggeleng. Kemudian dia menulis, "Nunut...." Saya agak kaget. "Hahh!..nunut alias nebeng?" Kemudian saya tuliskan lagi dikertasnya, "Sudah pernah naik motor?" Engkong itu mengangguk-angguk. Akhirnya saya bantu dia menaiki motor saya, kruk kaki 3 dia pangku dikedua pahanya sejajar , dan membonceng seperti perempuan alias 'nyemplo’ istilah bahasa Jawanya.
Ketika akan menghidupkan motor , “Ups!”...saya baru ingat, tidak ada helm untuk si Engkong, ini jalan utama, bisa-bisa saya kena tilang. Saya akhirnya melipir melewati jalan kampung, menghindari polisi, apa boleh buat.

Si Engkong mulai panik, tangannya menepuk-nepuk bahu saya mengarahkan untuk memutari Tugu Muda. Karena fokus mengendarai motor, saya cuma menggeleng-gelengkan kepala saya, susah untuk menjelaskan "menghindari polisi". Akhirnya sampailah ke Jl. Pemuda.
Saya turunkan dia didepan Bank yang dimaksud.
Saya bertanya, " Tak antar keatas ya,...Kong?" Si Engkong menggeleng-gelengkan kepala, kemudian mengulurkan tangannya, mengajak saya bersalaman, kemudian menepuk-nepuk bahu saya sambil tersenyum. "Terima kasih..terima kasih!", ucapnya kesulitan. Dari cara berjalannya,saya yakin butuh waktu 15 menit bahkan lebih untuk sampai ke depan pintu Bank, mungkin saja dia mau mengambil uang. Satpam disamping saya sampai heran, "Saudaranya ga diantar?"
"Bukan, ketemu dijalan tadi", jawab saya. Kemudian saya berlalu meninggalkan bank.

Ditengah jalan, saya ditelepon pak Hendra, subkon listrik proyek kami di Siranda yang sudah rampung. Kemarin ,beliau bilang tagihan saya kurang sekian yang belum dibayar, sudah kami siapkan kekurangannya dirumah, rencana suami akan membayarkan nanti. "Sudah, ga jadi sebesar kontrak kemarin, Bu, sampaikan ke suaminya, kabelnya nanti saya carikan di PLN masih ada sisa, bayar separonya saja, ga papa..."

 "Bener ini pak, yakin?" "Iya, bener..ga papa...gampang..gampang…." Seketika itu hati saya lega, plong, seperti disiram air es yang menyejukkan disiang bolong.
Apakah ini mujizat ekspres dari Tuhan setelah saya membantu Engkong tadi? Ahhh, ...entahlah? Yang penting saya bersyukur , masih ada sisa uang yang cukup untuk keperluan yang lain-lain, setelah sebelumnya tidak tahu dari mana mendapat uang untuk bayar tagihan listrik, SPP anak-anak, les, internet, tabungan, dll. Udara panas siang itu terasa sesejuk pegunungan….

Catcher: Lelaki ini menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengibas-ngibaskan tangan ke kupingnya. Ternyata dia tuli, bisu pula, dan sepertinya pernah stroke, sehingga jalannya sangat lamban sekali, bungkuk dan tersendat-sendat apalagi membawa kruk kaki 3.


 TIPS MENULIS GADO-GADO FEMINA

 1. Pastikan naskahmu asli bikinan sendiri dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun, termasuk blog pribadi, dan media sosial.
 2. Naskah ditulis sepanjang kurang lebih 500 kata atau maksimal 3 halaman folio. Font Arial 12, spasi 2.
 3. Judul sebaiknya terdiri dari satu atau dua kata.
 4. Merupakan pengalaman sendiri, baik itu lucu, sedih, atau memalukan.
 5. Pastikan ceritamu memiliki hikmah yang bisa diambil pelajarannya oleh orang lain.
 6. Membuat catcher, berupa satu atau dua kalimat yang membuat pembaca penasaran ingin membaca kisahmu. Contoh: “Ya udah, sini, mami punya akal, nanti mami lukis pake areng, eh, pensil alis mami, supaya mukamu ga mirip setan...”
 7. Lengkapi data dirimu dengan menyantumkan nama, alamat, nomor HP, NPWP, dan nomor rekening.
8. Dikirimkan ke
 Email : kontak@femina.co.id
Subject : [Rubrik Gado Gado] Pos : Majalah Femina
Gedung Femina, Lantai 5 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B 32 – 33,
Kuningan Jakarta 12910
 Subject di pojok kiri atas amplop : [Rubrik Gado Gado]

You Might Also Like

4 comments

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.
      Berkah itu sangat terasa sekali saat kondisi lg dibawah dan kita memerlukan pertolongan dari Tuhan.
      Jadi tersadar,kita itu kecil dan perlu Dia setiap saat...
      Mengingatkan utk tdk sombong dan takabur...

      Delete
  2. Balasan Yang Maha Kuasa itu niscaya..

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...