SELF WORTHY..apa pula itu?

Tuesday, August 10, 2010


Entah kenapa ya,akhir2 ini lagi sering menjumpai orang-orang yang patah semangat.Yes!It is the real facts.
Ada yang curhat kok dirinya kayanya udah ga berguna lagi,banyak beban,hutang bejibun,diserahin tanggung jawab begitu besar untuk merawat sanak saudaranya,uang semakin menipis,bla..bla..bla....macem2 lah pokoknya,yang intinya cuman satu..putus asa,merasa nasibnya paling buruk sedunia,jiong,sial,ga punya semangat hidup..dan yang paling ekstrim ingin mengakhiri hidup.(Gampang amiir..emang bapak ibunya dulu tukang jagal...tukang jagal ayam aja belum tentu dia jagal lehernya sendiri...weleh2).

Ditambah lagi kemaren abis liat tipi,yang beritanya orang mau terjun dari lantai sekian dimal...Iya kalo dia langsung mati (ups..sadis amat),kalo cacat atau ga berfungsi salah satu organ tubuhnya???wah....merana seumur hidup so pasti pahalanya..(merana kok pahala..:P-sama aja..bunuh diri kok bangga...?)
Trus ada lagi tuh yang naek tower listrik tegangan tinggi sampai ke puncaknya...(emang lo kira ini lomba panjat pinang ape...ga ada sepeda atau tipi noh diatas...nyang ade cuma kesetrom,mending rambut elo jigrak,sekulit2nye item and gosong kalo ga ati2 or jatuh sekalian berapa puluh meter kebawah jadi pisang penyet-kok aye jadi ngelenong ye???hush!..back to normal ah....)
Apa coba gara2nya...ya ampyuuuun..klise..putus cinta,cinta tak kesampaian,cinta buta,dan all about love and romantikanya...

Aku sih ga mau bahas kenapa kok nasib dia sebegitu merananya hingga cinta tak berbalas..tapi aku mau bahas gimana sih bikin dirimu sendiri berharga sehingga ga gampang terjerumus pikiran2 sempit kalo lagi ada masalah.Intinya We have to have self worthy....what is it?
Gini deh,gampangnya..
Kadang kita sering ngejumpai pasangan yang udah pada lama2 pacaran,eh..giliran nikah,yang ada cuman ga puas-ga puas,meratapi nasib,serba salah dan temen2nya.Memang sih,pengLAMAan memang berbeda sama Peng-NGALAMAN.
Walaupun mirip tapi artinya bener2 beda dalam konteks ini.Pengalaman biasa konotasinya ke positive (yang biasa kita pikirin),ya kalo positive kalo buruk???Hih..menyeramkan!!

Terus gimana dengan Peng-LAMAan.Maksudnya berlama2 pacaran kemudian nikah yang hanya melanjutkan kebiasaan selama berpacaran yang ada tanpa adanya enrichment dan increasing quality of life alias peningkatan kualitas hidup,sama aja itu hanya mengacu pada "durasi" yang sama sekali ga berkembang.Sampai suatu ketika pasti timbul gejolak,loh,dari dulu sampe sekarang gw ngapain aja,kok jalan ditempat,gitu2 aja??
So,efeknya adalah,kehidupan after married ga ada bedanya sama pacaran,hanya melanjutkan kebiasaan yang sudah terbentuk tanpa adanya campur tangan "formula2" baru yang bikin hidup serasa lebih hidup (kok kaya iklan rokok :P) dan merasa saling dicintai dan mencintai.Imbasnya,kalo selalu berkutat dengan PENGLAMAAN itu tadi,ya ga salah,kalo hidup lo selalu dilanda kejenuhan,ga ada semangat,murung,penderitaan berkepanjangan sampai2 merasa dirinya tersengsara sedunia (idddihhh..dangduth banget deh).

Masih bingung???

Okey,gini deh,memutuskan untuk "sehidup semati" tidak hanya sekedar jatuh cinta doang,udah,seperti kita suka sama Bradd Pitt atau Angelina Jolie,terus nikmat kalo nonton mereka berdua,seneng,merasa ga nyaman kalo tidak nonton aktingnya,atau lebih ekstrimnya ingin memiliki (gubraaakzzz...agak2 impossible..hehehe).Thats all!Noooo!..big..no..no..!
Masuk ke dunia yang terikat sebagai suami istri harus membuat keputusan untuk mencintai.Gimana itu?
Pasti harus memasukkan unsur kesenangan,kenikmatan,kesedihan bahkan kepahitan sekalipun,kekecewaan bahkan kepedihan.Why???
Karena kita bukan sekedar mencicipi kaya seneng ala movie lover tadi,tapi kita langsung terjun kedalam hubungan tersebut,melebur dalam keterikatan dengan pasangan.Kalo suka sama Ice Cream pasti nyangkutnya cuma enaknya,manisnya,tapi "gudang" dari kesedihan dan kegembiraan itu adalah cinta yang kita putuskan untuk dilabuhkan ke seseorang.Pasti deh,rasa ice cream tadi keluar sensasi ngilunya di gigi,dinginnya di lidah,dan bisa2 abis itu sakit tenggorokan..(hehe..sumpe aku lagi ngalamin sakit tenggorokan sekarang nih  :P)


Daan,membuat keputusan untuk mencintai seseorang pastilah mengandung konsekuensi,antara lain membiasakan untuk berpikir sebagai "kami" bukan "saya".(kayanya gampang ya,o..iya,aku selalu tlp dia,sms dia setiap saat bagaikan merk deodorant satu ntu)tapi penerapannya sulit,karena ego masing2 biasanya lebih dominan.
Trus,kalo ada sedih pedihnya,kenapa manusia kok ga kapok membuat keputusan untuk mencintai?Karena kebersamaan yang dijalin erat dan saling mencintai inilah yang mengantar manusia mencapai tujuan hidupnya untuk berbahagia bersama,meraih berbagai hal yang tak bisa dia raih jika berjalan sendirian.

So,gimana tuh,biar jalinan ini makin kuat??Sudah sepantasnya sepasang suami istri melakukan hal bersama-sama.Yang paling utama sih tampil sebagai dirinya sendiri dengan penuh kejujuran dan keterbukaan (walaupun sekarang banyak dijual topeng2 baik topeng monyet,Power Rangers sampai topeng ala birokrat..weiiiissss...sampe kesono..:P).Inilah sumber self respect.kemampuan menghargai diri sendiri akan berimbas pada respect to others,kemampuan menghargai pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangannya (hayo bapak2/ibu2 jangan "maen api" diluar ya..THERLHALHU..(kata Oma Irama..:P)) 
Abis itu,dikelola deh kesamaan dan ketidak samaanya agar terjalin dinamika hubungan yang berkembang dengan sehat.Cirinya klo hal itu berjalan baik,adalah tidak ada sesuatu yang disembunyikan,makin lama makin paham apa yang membuat pasangan senang,marah,sedih,jengkel.Dengan rasa cinta maka otomatis kita akan mencoba membuat pasangan kita merasa nyaman.Sok sama,artinya berpura-pura dirinya persis sama seperti pasangannya hanya akan menciptakan hubungan yang hambar dan dangkal.Makan ati deh jatohnya.Manaaa tahaaan..!!!
Dimana sih enaknya berdekatan dengan sosok yang palsu.Tapi mengedepankan perbedaan juga membuat perkawinan seperti ladang pertempuran,sehingga hasilnya hanya saling membidik,tak ada kenyamanan dan konflik berkepanjangan.Landasan paling kokoh sebenarnya adalah agama.Karena sumber aturan dan hukum yang paling valid,paling benar bagi manusia adanya pasti diagama yang kita anut.Bisakah berbeda keyakinan??Bisa,tetapi yang sukses menjalaninya biasanya adalah mereka yang memang telah matang dan stabil emosinya saat membuat keputusan untuk saling mencintai.Dan ini bukanlah hal yang mudah,karena mereka sadar benar resikonya berbeda agama.
So,intinya adalah tingkatkan kualitas hidup anda sama pasangan,hindari bersikap defensif dan menyerang serta mau menang sendiri.Ajakan untuk saling menghormati akan mengurangi pikiran dan mulut jahat kita kala sedang kesal,sementara rasa hormat pada suami atau istri akan membangun mekanisme kontrol untuk selalu berkonsultasi,berunding,berbicara dengan pikiran yang jernih dan hati yang lapang,berhenti membiasakan diri untuk berpikir aku memberi lebih banyak dalam perkawinan ini,karena cara pikir kaya gini hanya akan menyeret pemahaman anda untuk meletakkan diri lebih tinggi.Perasaan bermitra sejajar perlu dibina sejak awal,sehingga seandainya nih yang istrinya rezekinya lebih banyak mengalir dan si suami lagi dicobai oleh Tuhan,sehingga bergantung pada istri,rasa hormat kita berdua tidak saling ternodai.Selalulah berdoa,mengucap syukur dan berserah diri selalu padaNya,sehingga niscaya dijauhkan dari pikiran2 pendek,sok2 mengakhiri hidup,mata gelap,dan perselingkuhan yang sama sekali ga ada gunanya dan menimbun dosa.Mudah2an ada manfaatnya....

You Might Also Like

3 comments

  1. Ah betul, bu...quality of marriage life emang kudu terus ditingkatkan. Udah lama nih gak ngepost??

    ReplyDelete
  2. iya nih..lagi ga mood nulis..ihiks..hai sista..jumpa lagi..kangen euy ma kamu.....hiks :(

    ReplyDelete

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...