CINTA KAN MEMBAWAMU KEMBALI

Wednesday, April 28, 2010

Kalo kita sudah berani mengukuhkan diri sebagai pasangan dari seseorang,sudah seharusnya kita juga sudah harus siap menghadapi segala resiko menyatukan pendapat dan menyelesaikan persoalan dengan dia.Emosi jiwa tak bisa dipungkiri pasti ikut-ikutan nimbrung disini.Entah manyun2 doang,gondok dikit,ngambek,marah kecil bahkan marah buesaaar sampe ga mau ngomong berhari-hari atau kalo ketemu buang muka (jangan jauh2,,ntar ilang digondol kucing..hehe-iddiiiiih,kaya anak TK aja,jothakan..hehehe,lucu :P)
Memang hal itu wajar adanya,manusiawi.Semua orang pasti punya rasa emosi,mengungkapkan perasaan tidak setuju,ga suka,kurang sreg,jengkel,sedih,jenuh,dll.Tapi cara meluapkan perasaan itu juga perlu dimanage sehingga ga bikin emosi itu mencengkeram hati dan pikiran mpe berhari2-berbulan2 bahkan bertahun ntar malah jadinya dendam (kesumat!kok malah kaya judul film2 misteri:"Pembalasan Nyi Blorong" hiiiii...#kabuuur).Tentu saja ini bisa memicu konflik berkepanjangan dan ujung2nya jadi ga sehat buat hubungan berdua.Banyak yang nganggep klo konflik itu ga baik,tapi sebenarnya konflik ga harus dihindari kok,yang perlu digarisbawahi itu penyelesaiannya.
Gimana tuh caranya,ini berdasarkan pengalamanku loh ya,sebab masing2 pasangan punya versi masing2.
Pertama,mesti kalian tau kan iklan Teh Sariwangi yang slogannya“Saatnya kita Bicara” kalo ga salah.Nha,diikutin aja.maksudnya gini,jangan memperburuk keadaan kalo ada sesuatu yg kita ga suka dengan kata2 yang kurang efektif,contohnya:Kamu belanja nya boros!Aku harus kerja,kamu malah enak2an nonton Tivi melulu!,Ga usah pergi terus!.
Alangkah lebih manisnya kalo kita ucapkan,Beib,aku khawatir ,kita belum bayar sejumlah tagihan dan cicilan mobil; atau Tolong dong bantuin aku beresin rumah;atau ,yuk,kita dirumah aja nonton DVD.Hmmm..rasanya lebih adem dikuping deh daripada yang pertama tadi.
Kedua,Cobalah berbicara secara jujur apa yang kita rasakan dan yakinkan pasangan kita untuk mendengarkan.Jangan pake ilmu kebatinan,kecuali kalo memang pasangan lo turunan dukun atau fortune teller.Kadang, cara ini efektif untuk menyelesaikan masalah. Daripada sibuk menebak2,dia dah paham belum ya maksudku.wueeh..capeeee deeeeh..
 Ketiga,Bertukar pikiran mengenai kemungkinan jalan keluar yang dapat diambil. Jadi permasalahan akan lebih enteng kalo komunikasi kita juga enteng dan dilakuin bareng2.Jangan emosi dulu yang ditampilin,calm down,beibeh.Cobalah berfikir kreatif dan fokuskan hanya pada hal-hal yang dapat membuka jalan ke arah penyelesaian masalah. Kalau perlu, tulis semua hal yang bisa kita pilih. Setelah membuat daftar solusi, diskusikan dengan pasangan, jalan keluar apa yang akan dicoba. Kemungkinan akan ada lebih dari satu jalan keluar yang dipilih. Jika terjadi demikian, pilih yang paling efektif untuk dicoba. Dengan begitu masalah yang tampaknya berat jadi terlihat mudah buat diselesaikan.Yang penting,awalnya,smoootttthhhh,tarik nafas..fyuuuuuh hah!
Keempat,Kadang hal2 yang sudah kita sepakati perlu dievaluasi lagi.Kan keadaan bisa berubah,situasi dan kondisi bisa ga sama,so jangan saklek.Saklek membawa bencana (my hubby is the King of Saklek!sorry beib..:)-itu sudah watak sih sebenernya,tinggal gimana kita memperlakukan “ketidakcocokan” itu jadi kesepakatan yang enak dikedua belah pihak.Contohnya:aku bagian nganter anak,dia bagian jemput anak sekolah,jadi enak dua2nya.Waktunya bisa diatur dan ga saling memperdebatkan.toh buat kebaikan bersama.
Kelima,kalo memang lagi2 emosi sudah kadung bercokol.Diem aja dulu.mendinginkan hati.Sambil merenung,sebenarnya apa sih untungnya begini?Perlu ga sih kaya gini dipiara?Kayanya kok lebih indah ya kalo cepet selesai?Dan biarkan CINTA yang menguasai hati dan pikiranmu bukan amarah atau tidak peduli.Karena Cinta akan membawamu kembali ke tempatmu berpijak dan menyadarkanmu bahwa sekarang kamu punya teman hidup dan kamu bisa berbagi serta mengandalkannya.
Ilustrasi buat didengerin

You Might Also Like

0 comments

Silakan beri komentar ya, saya pasti balas asal NO SPAM dan NO SARA. Thank you...